Senin, 27 Februari 2023

Mengukir Kisah dengan Diksi penuh Insprirasi

 




Judul                :  Mengukir Kisah dengan Diksi penuh Insprirasi

Resume Ke      : 18

Gelombang      : 28

Tanggal            : 17 Februari 2023

Tema                : Diksi dan Seni Bahasa

Narasumber     : Maydearly

Moderator        : Widya Arema

 

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi". - Helvy Tiana Rosa

                Mendung kelabu mengingatkan ku akan memori indah ku bersamamu dulu, sepoi angin yang sejuk menenangkan kalbu. Seolah membelai lembut, menidurkan segala penat dan pikiran yang kalut. Termanjakan akan kebahagiaan yang dulu kau hadirkan begitu membuncah dalam relung sanubari.

 Rumput yang bergoyang seakan ikut berbicara memecahkan lamunanku yang terbuai akan senyum manis bayangmu. Seolah menyiratkan sejuta makna yang akan kau ceritakan lewat pesan dari ranting pohon yang melambaiku. Begitulah kerinduanku akan hadirmu mengiringi setiap langkah sisa hidupku. Genggam tanganku erat penuh ikat kasih yang tak kan pernah kau lepaskan, perpenjerat dalam lingkaran tautan hati dalam suka dan duka. Walau raga ini tak lagi bersua, walau canda tawa tak lagi tercipta kenanganku bersamamu tak akan pernah sirna

Tetapi apa daya, kenyataan tidak selalu sesuai harapan, begitulah hidup sebagai perjalanan yang penuh misteri dan berliku. Begitu pula bagi penulis pemula akan banyak perjalanan terjal yang siap menghadang tanpa memberitahu sebelumnya. Segala  rintangan dan hambatan yang tak terduga silih berganti perlu dihadapi dengan terus menulis tiada henti

Seperti yang penulis alami, saat jemari sudah ingin menekan keyboard, hati dan pikiran rindu untuk menulis. Tanpa kata, tanpa raga, tanpa suara, tanpa sisa tak kutemui materi dalam WA hanya puluhan puisi dari berbagai peserta. Ku coba mengejar resume tanpa jeda, agar selesai menghasilkan karya abadi untuk dikenang sepanjang masa sebagai pengalaman yang berharga. Akhirnya kuputuskan untuk Blogwalking sembari belajar merangkai kata untuk memperkaya diksi yang beragam dari pengalaman peserta lain.

Pada malam ini pada KBMN belajar mengenai Diksi dan Seni Bahasa bersama Narasumber Maydearly, sebagai nama pena. Beliau memiliki segudang prestasi dan menghasilkan beberapa karya buku antalogi dan buku solo. Diantaranya 10 buku Antologi, 2 Buku Kurator "Jejak Pena Pengembara Aksara", dan "Kisah Para Pendaki Mimpi" . Selain itu juga telah membuat buku mayor Buku Duo "Literasi Digital untuk Abad 21" bersama Prof.Eko Indrajit, Buku Solo "Trik Jitu Menjadi Penulis Millenial", buku solo "Episode 1 Januari 2020 dalam Kenangan",dan buku solo "Catatan Inspiratif".

 


                         " Menulis itu tidak sulit, karena yang sulit adalah tidak ingin memulai"

Pengertian Diksi

Diksi berasal dari bahasa Latin: dictionem, yang diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction berupa kata kerja yang berarti: pilihan kata. Yaitu menuliskan sesuatu secara ekspresif, sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, dan mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.

Sejarah Diksi

Dalam sejarah bahasa, Ilmuwan Yunani Filosof Aristoteles yang telah memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya telah ia sebut sebagai diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics (puisi). Kemudian gagasan tersebut berkembang fungsinya, sehingga diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tetapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.

William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia dikenal sebagai mahaguru dalam menuliskan romantisme yang dipadu dengan tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, dan tak lekang tergilas zaman.

Mengapa Diksi Penting?

                Diksi sangat penting karena mengandung keindahan dalam kata yang tak tereja oleh bibir. Tanpa diksi bagaikan sayur tanpa garam, membuat karya kita menjadi menarik menggetarkan setiap insan yang membaca. Diksi memancarkan kemilau di antara bintang-bintang yang bertaburan di langit, tanpa kilaunya tak akan menjadi indah

Bagaimankah cara mengembangkan diksi agar menarik?

Sebagian besar penulis pemula merasa tidak berani dalam bermain diksi pada tulisannya. Memiliki kekhawatiran tak dapat berfikir menangkap kata yang tepat, lidah terasa kelu merangkai kalimat, membuat penulis tak mampu hasilkan karyanya hingga akhir. Pikiran negatif bagi penulis  harus dihindari, dan melawan diri sendiri untuk berani menggoreskan pena. Mulailah menulis dari hal sederhana apa yang kita lihat, rasakan, dan dengar. Tips menurut narasumber untuk mendapatkan diksi yang indah adalah dengan melibatkan 5 panca indera kita.

Berikut adalah 5 jurus pamungkas dalam mengembangkan Diksi yang indah :

1.       Sense of Touch (sentuhan)

Menulis dengan melibatkan indera peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit.

Contoh:

Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi

 

2.       Sense of Smell (penciuman)

Menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.

Contoh:

Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan dilangit harapan

3.    Sense of Taste (rasa)

Menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.

Contoh:

Ku kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp tangan  kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.

4.    Sense of Sight (penglihatan)

Menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya.  Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.

 Contoh:

Derit daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu hanya sebagai lamunan

5.    Sense of Hearing (pendengaran)

Menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.

Contoh:

Derum kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa berat oleh jerit keputusasaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu

Malam dingin merasuk ke tulang


Membuat ku semakin Lelah tak terbayang

Dari pagi hingga petang

Tapi dengan mengajar ku merasa senang

                 Pahit manis roda kehidupan

Kucoba ikhlaskan tanpa sesal

Semoga Tuhan memmberiku jalan

Mengarungi hidup tanpa tertekan

Ku bingung dan selalu bimbang

Mengapa seakan takdir menyerang

Terluka nanar penuh derita

Rasa sakit yang tak terperi

Kau lontarkan kata menyayat tajam

Merobek hati yang tak berdosa

Semoga Tuhan beriku keadilan

Membuatnya sadar akan perasaan

 


Quotes yang sangat apik sebagai motivasi diri untuk terus menulis dan menulis sebagai cara untuk menghilangkan rasa sakit hati, Semoga dengan menulis menyembuhkan segala penyakit hati dan fisik. Semoga sukses…Salam Literasi…Jangan lupa tinggalkan jejak untuk saran dan kritik pada chat komentar




Sabtu, 25 Februari 2023

Mengukir Sejarah secara Puitis

 



Judul                : Mengukir Sejarah secara Puitis

Resume           : ke-17

Gelombang     : 28

Hari/ Tanggal : Rabu, 15 Februari 2023

Tema                : Menulis Puisi

Narasumber    : Dr.Hj. E. Hasana, M.Pd.

Moderator        : Sim Chung Wei, SP

 

"Membacalah Anda akan mengenal dunia lebih dekat. Menulislah, Anda akan dikenal dekat oleh dunia". - Madi Ar-Ranim

               

                Deretan kata indah terangkai padu dalam kalimat penuh makna berhiaskan rima yang serasi membuat siapapun dapat menikmati. Puisi sebagai bahasa hati yang sangat jujur menggambarkan luapan emosi sebagai gambaran diri untuk berekspresi. Puisi mampu membuat pembaca terbuai  menggerakkan setiap insan untuk larut dalam belenggu retorika.  

Seperti materi puisi yang disampaikan oleh narasumber bu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd. dengan moderator Koko Sim Chung Wei, SP mampu membangkitkan gairah dan semangat para peserta dalam menulis puisi. Berikut adalah beberapa slide mengenai yang disampaikan naraumber mengenai pengertian puisi.

 


 Puisi yang dapat dinikmati dengan baik oleh pembacanya tentu perlu mengikuti beberapa kriteria sebagai dasar pengembangannya. Dianataranya adalah jenis puisi dan struktur fisik puisi meliputi bait, baris, rima, diksi dan penggunaan majas. Seperti pada ulasan berikut ini



 Berikut merupakan uraian mengenai jenis-jenis puisi dan ciri-ciri puisi baru dan lama.






Terlepas dari jenis puisi lama dan baru, saat ini puisi telah mengikuti perkembangan dan perubahan bentuk serta isi sesuai selera penikmatnya. Sebagai pemula dalam pembuatan puisi menggunakan diksi yang enak di hati. Kebebasan dalam mengembangkan puisi disebut sebagai puisi kontemporer tidak terlalu terikat dengan kaidah penulisan puisi. Jadi dalam pembuatan puisi hal yang harus diperhatikan adalah kemunculan nilai estetika penggunaan diksi, rima, majas yang sangat mempengaruhi keindahan puisi.

Cara menentukan diksi yang tepat dalam puisi itu dengan mempertimbangkan ketepatan kata dengan maknanya, kebenaran, kecermatan, keserasian kata, dan kelaziman digunakan dalam puisi dengan mengikuti kaidah bahasa.  Selain itu untuk memperkaya kosa kata dalam pemilihan diksi perlu agar sesuai dengan rima dapat mencari pada kamus diksi atau sumber lain yang terpercaya dan baku yang sering digunakan penyair dalam mengembangkan puisi. Saat ini macam-macam puisi kontemporer ada beragam jenis antara lain puisi akrostik, puisi patidusa, puisi telelet, puisi 2.0 dan lain sebagainya. Berikut adalah contoh puisi yang dapat dibaca dalam buku kumpulan pusi dari narasumber.

 


  Belajar Menulis Tiada Henti

Tetesan embun membelah sukma

Mega putih menyembunyikan birunya nabastala

Bak ina terpenjara dalam akara

Bulan pun enggan menampakkan kirana

Dingin menerpa menggiring raga

Bulir asa telah ku patri

Merangkai kata penuh arti

Belajar menulis tanpa henti

Sebagai modal diri untuk berprestasi

KBMN yang selalu di nanti

Harapan setiap insan untuk menempa diri

Serasa diguyur embun es di pagi hari

Sebagai motivasi saat hati ini sunyi

Aku juga ingin seperti Bunda Sri Sugiastuti

Saat usia tak muda lagi

Luar biasa hidupnya sangat berarti

Begitu pula ibu E Hasanah sebagai puisitisi

   Sungguh ilmu yang beliau tularkan

   Menyembuh luka batin ku yang tercemar

   Bagaikan oase di padang pasir yang gersang

   Semoga aku pun bisa melahirkan buku yang terus mermancar

                                                                                                Karya : Nunuk N A

                                                                                Surakarta, 26 Februari 2023

 

Jangan biarkan hidupmu tak ada arti seperti meneringnya pena mengeringnay penamu tak kau jadikan saksi bisu karyamu. Jangan biarkan rekaman jejak sejarah yang telah kau ukir hilang sirna tanpa bekas. Jadikan setiap momen berharga dalm hidup sebagaii Bahasa indah menyentuh setiap relung sanubari. Tinggalkan karya paling abadi untuk keturunanmu nanti sebagi bukti bahwa dirimu pernah hidup sebagai pewarna menebar kebermanfaatan dan inspirasi untuk negeri. Semangat membuat untaian kata penuh makna sebagai puitisasi hidup kita yang tidak pernah sia-sia karena ada pelajaran dan hikmah untuk kebaikan Bersama. Semoga sukses…Salam Literasi…Jangan lupa tinggalkan jejak untuk saran dan kritik pada chat komentar.

Kamis, 23 Februari 2023

Langkah Praktis Menulis Buku Digital

 

 



Judul                :  Langkah Praktis Menulis Buku Digital

Resume Ke      : 16

Gelombang      : 28

Tanggal            : 13 Februari 2023

Tema                : Menulis Buku Cerita Digital

Narasumber     : Nur Dwi Yanti, S.Pd

Moderator        : Dail Ma'ruf, M.Pd

 

"Jika ditanya, 'Bagaimana kamu menulis?' saya akan menjawab, 'satu demi satu kata'. - Stephen King

            Perubahan dan perkembangan zaman yang tak mungkin terelakkan lagi membawa pengaruh keberbagai lini, slah atunya dlam hal literasi dunia digital. Zaman dahulu anakanak sangat menyukai bacaan berupa komik lucu crayon Sinchan atau doraemon, tabloid Fantasi maupun buku bacaan lain berupa paper. Beragam penyewaan buku bacaan laris manis dikunjungi oleh anak-anak sebagai hiburan atau untuk mengisi waktu kosong mereka setelah kelelahan bermain.

            Kini tak ada lagi persewaan buku cerita atau tabloid anak yang menjamur seperti pada era 90-an waktu itu. Terlihat fenomena yang beraih pada pembuatan konten-konten youtube, tik tok atau media sosial lain yang beragam anak-anak kunjungi. Digital telah menggeser ketertarikan anak-anak dalam mencari berbagai informasi dan hiburan. Oleh sebab itu, kita sebagai pendidik khususnya perlu menyadari akan perubahan tersebut dan segera beradaptasi untuk mengikuti zaman. Salah satunya adalah penyediaan buku referensi berbasis digital, E-bok ini dapat dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai buku cerita, buku pelajaran atau komik digital dan lain sebagainya.

            Buku digital (E-book) sebagai buku elektronik dalam bentuk softcopy yang dapat dibaca menggunakan perangkat digital baik smartphone ataupun computer (PC). Berikut adalah fungsi, tujuan dan efisiensi menulis E-Book menurut narasumber.

Fungsi Buku Digital

a)      Sebagai salah satu alternatif media belajar.

b)      Sebagai media berbagi informasi.

Tujuan Buku Digital

1)      Melindungi informasi yang disampaikan, sebagai contoh buku berbasis kertas jika perawatannya kurang maka akan rapuh atau menjadi serbuk-serbuk.

2)      Memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk berbagi informasi dengan mudah, dengan cara yang menarik dan interaktif.

3)      Mempermudah proses memahami materi ajar. Karena bisa dibuka dimana saja dan kapan saja.

 

Efisiensi sebagai kelebihan E-book antara lain:

1.    Lebih praktis

Tidak perlu membawa buku tebal, cukup dalam satu genggaman smartphone sudah dapat menikmatinya.

2.    Segi fisik lebih efisien

Hannya dengan menyentuh layar HP tanpa membawa beban berat

3.    Dapat diakses di mana saja

Kapanpun dan dimanapun sangat mudah untuk dapt dibaca. E-book dapat diakses  dengan aplikasi yang mudah diunduh seperti  fomet EPUB bisa dibaca dengan Microsoft Edge atau aplikasi Calibre.

4.    Dapat disimpan, file ebook tertampung di dalam memory

E-book mudah untuk diakses, dimana berupa sofrt file yang dapat di buka di berbagai perangkat HP dan komputer

5.    Ramah lingkungan

E-book tanpa cetak sehingga mengurangi jumlah penenbangan pohon untuk dijadikan kertas.

6.    Kostumisasi

 

E-book dapat menyesuaikan indera pembaca yang memiliki daya yang berbeda sehinggga memperbesar dan mengecilkan huruf sesuai kebutuhan.

 

              Sedangkan Jenis-jenis format buku digital adalah EPUB(Electronic Publication), MOBI( MobiPocket), PDB( Palm Databse File), PDF(Portable Document Format), KF8 (Kindle Fire Format). Menurut narasumber terdapat beberapa jenis format buku digital sebagai berikut :


 

 Beberapa aplikasi untuk membaca buku digital berbasis web:

1.      Cerita Anak dari Direktorak Sekolah Dasar : https://ditpsd.kemdikbud.go.id/buku

2.      Leguty Media : https://legutykids.com

Beberapa aplikasi untuk membaca buku digital yang dapat di instal pada Playstore  Smartphone antara lain

a.       Google Play Books

b.       Amazon Kindle

c.       Wattpad

d.       Ipusnas

e.       Gramedia

Berikut adalah ciontoh beberapa karya yang narasumber berikan untuk dapat dijadikan buku digital


Buku cerita anak


Buku modul pembelajaraan tematik disertai gambar ilustrasi




Narasumber juga menyampaikan bahwa dalam pembuatan buku digital dapat dibuat dengan merangsang anak-anak untuk terus membaca dan merangsang kreatifitas anak dengan cerita dibuat bersambung, selanjutnya pilihlah petualanganmu sendiri atau bagaimanakah jika salah satu tokoh melakukan sesuatu?  




  Pada pembuatan gambar atau sebagai imajinasi untuk menguatkan konsep tulisan yang kita buat dapat berkolaborasi dengan siswa sendiri yang padai menggambar atau rekan lain yang memiliki keahlian dalam membuat sketsa gambar kartun. Selain itu, dapat juga dengan menggunakan alternatif lain yaitu yang membuat komik dengan foto nyata muridnya, atau menggunakan boneka yang dijadikan tokoh gajah, beruang dan lain-lain. Selanjutnya dirubah ke dalam digitalisasi yaitu PDF. Narasumber juga menambahkan dapat juga dengan menggunakan aplikasi Ibis Paint yang diperoleh dari Playstore Smartphone.

 


 Berdasarkan pengalaman penulis pernah membuat Fliipbook yang merupakan aplikasi berupa buku digital untuk pembelajaran matematika. Saya memberikan materi tentang lingkaran dengan menyisipkan audio suara saya, music/lagu dan gambar agar memudahkan anak memahami materi, Untuk E-Book berupa komik dengan animasi kartun, dapat menggunakan gambar dari foto sendiri yang kita foto kemudian di edit menggunakan aplikasi viola pada Playstore HP, maka akan terlihat gambar kita menjadi hitam putih seperti animasi Jepang. Selain itu edit gambar juga dapat menggunakan Canva yang disediakan pemerintah dengan akun belajar.id akan terdapat beragam fitur yang dapat dimanfaatkan. Semoga sukses.. Salam Literasi…

Konsistensilah menulis, karena menulis mengeluarkan energi negatif menjadi karya yang inspiratif. jangan lupa tinggalkan jejak dengan kritik dan saran melaui chat komentar.

 

 

 

 

 

Rabu, 22 Februari 2023

Menyusun Buku Secara Sistematis


 

 

 

 

 

 

 


 

Judul                : Menyusun Buku Secara Sistematis

Resume             : ke-15

Gelombang       : 28

Hari/ Tanggal     : Jumat, 10 Februari 2023

Tema                  : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Narasumber      : Yulius Roma Patandean, S.Pd., M.Pd.

Moderator         : Arofiah Afifi, S.Pd.

 

 

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi". - Helvy Tiana Rosa

 

Hari demi hari bergulir begitu cepat bak jet tempur siap melepaskan pelurunya ke sasaran nan jauh di sana. Tanpa jeda walau hanya seperribuan detik tak bisa kurasakan pikiran ini melaju kencang tak tertahan. Tak terbayang kan beragam aktivitas dan kesibukan manusia untuk meningkatkan kualitas diri membuat waktu seperti berlian yang tak ternilai harganya. Begitulah duniawi yang tak pernah bisa habis gemilaunya tetapi sangat lelah manusia mengejarnya walau untuk kebermanfaatan manusia lewat tulisan.

Kucuba rangkai kata demi kata walauu sangat terlambat beriringan dengan tugas-tugas lain yang tak kalah penting. Semoga beberapa minggu vakum ku menulis di KBMN ini dapat mengejar ketertinggalan ku walau dengan langkah tertatih-tatih memulai untuk menulis. Niat besar menghasilkan buku solo dan lulus pada kelas ini terpampang jelas dalam pikiran yang penuh sesak akan tugas-tugas yang menanti.

Tak terasa sudah setengah jalan kulewati, outline yang menghantui belum juga terjamah entah sampai kapan tertinggal kareta api express yang tidak akan pernah menungguku sejenak. Beragam masalah bertubi-tubi dating silih berganti tak menyurutkan ku berniat untuk terus menulis. Aku berharap dengan menulis dapat menyembuhkan lukaku, kekecewaanku, sakitku dan kesedihanku untuk mencurahkan sepenuhnya pikiran dan hatiku lewat tulisan.                   

Materi kali ini bertemakan Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis dengan narasumber yang keren abis semangatnya untuk menulis buku. Buah karya buku yang beliau hasilkan antara lain pengalaman tahun 2020 buku pertama yang beliau terbitkan adalah buku solo berjudul Guru Menulis Guru Berkarya.  Berisi materi-materi yang disampaikan para narasumber di Grup WA. Kemudian, beliau bertemu dengan Prof. Richardus Eko Indrajit sebagai tokoh pendidikan dan teknologi. Dari pertemuan tersebut lahirlah buku, judul buku pertama Digital Transformation yang beliau tulis hanya dalam waktu satu minggu. Luar biasa, bagaimana bisa  cara manajemen waktunya? Ammazing.  Saat ini buku tersebut tentu dapat kita nikmati di berbagai toko online. Tak berhenti sampai disitu beliau berhasil membuat buku Kembali berjudul Flipped Classroom.

 


  

Motivasi diri yang beliau yakini mampu membuat buah karya yang berarti untuk negeri ini.   Menulis adalah sesuatu yang unik, apalagi ketika baru dimulai dan belum terbiasa. Sama seperti yang dirasakan oleh Narasumber ketika baru pertama memulai, merasa bingung akan melakukan apa pada saat itu.

Saat mempraktikkan menulis, ternyata menulis adalah sesuatu yang membuat ketagihan layaknya kripik singkong.  Jika senantiasa dikunyah akan selalu dirindukan untuk merasakannya kembali. Demikian halnya dengan menulis, menulis harus dibiasakan setiap hari. Dan semua hal dapat dijadikan sebagai bahan tulisan. Apa yang dilihat, dirasakan, dibayangkan dan bahkan dialami bisa dituliskan. Jika khawatir ide di kepala mudah hilang, tuliskan ide melalui blog.

Lantas bagiamanakah cara menyusun buku secara sistematis?

Pada proses penyusunan buku sebelum diterbitkan perlu melakukan proafeading terhadap tulisan sendiri maupun editing untuk meminimalisir kesalahan tulis. Langkah selanjurtnya adalah menyusun tulisan agar sitematis menggunakan bantuan aplikasi. Terdapat aplikasi sederhana dan gratis dapat digunakan salah satunya adalah Microsoft word (MS Word) yang menyediakan beberapa tool bawaan dalam menyusun buku. Beberapa aplikasi lain dapat digunakan seperti Zotero pada link (https://www.zotero.org/) dan Mendeley pada link (https://www.mendeley.com/).

Berikut beberapa cara sederhana dalam menyusun buku secara sistematis antara lain

a.    Cara Membuat Daftar Isi, Kutipan, Indeks dan Daftar Pustaka Otomatis : https://youtu.be/eePQwyHAcjw

b.    Cara Membuat Indeks Pada Tulisan Berbentuk Buku: https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

c.    Cara Membuat Judul, Bab, dan Sub Judul Tulisan pada Buku Secara Otomatis: https://youtu.be/jXPr59aWJSc

 

Menjadi seorang penulis sebagai impian yang tidak akan pernah salah mejadikannya sebagai passion. Kesulitan menulis sebagai seorang pemula memang sangat dirasakan oleh sebagian besar orang yang memulainya. Sulit bukan berarti tidak mampu untuk melakukannya. Hanya butuh action dan jam terbang yang tinggi serta kemauan keras untuk mengalahkan tembok tinggi sebagai penghalang yaitu diri sendiri. Dekati, rasakan dan lakukan kegiatan menulis seperti yang narasumber sampaikan yaitu dengan singkatan CLBK.

Cobalah. menulis, menyusun dan mengedit naskah buku ala bisa karena terbiasa. Dengan mencoba, maka akan muncul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba. Mulailah dengan menengok naskah tulisan membuat settingan Judul, Bab hingga menyisipkan sumber tulisan menggunakan fasilitas yang ada di Ms Word. Mencobalah untuk melegakan akan hausnya rasa penasaran. Karena perjalanan yang bermil-mil, berawal dari satu langkah kecil.

Jangan biarkan ilmu ini hanya sekedar menjadi pengetahuan semata, lanjutkan dan Lakukan untuk segera mempraktikkan menjadi tulisan yang tersusun menjadi buku secara sistematis. Melakukan proses lebih jauh dalam menulis membutuhkan dorongan kuat berupa niat untuk menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran mengenai apa yang akan ditulis, disusun dan terbitkan.

Mulailah apa adanya, apapun yang dituliskan merupakan buah karya dari sebuay pencapaian yang laur biasa dan pasti ada penikmatnya sendiri. Biarkan tulisanmu menemui pembacanya dan takdirnya. Tak ada tulisan yang tak bernilai, tak ada tulisan yang tak ada arti, tak ada tulisan yang tak bermakna hanya menunggu jodohnya untuk dibaca. Istiqomahlah menulis setiap hari maka buktikan apa yang terjadi. Semoga sukses. Salam Literasi.


Pasti Buku Terbit hanya di Indie

  Judul                 : Pasti Buku Terbit hanya di Indie Resume            : ke-23 Gelombang      : 28 Hari/ Tanggal    : Rabu, 1 ...