Senin, 27 Februari 2023

Mengukir Kisah dengan Diksi penuh Insprirasi

 




Judul                :  Mengukir Kisah dengan Diksi penuh Insprirasi

Resume Ke      : 18

Gelombang      : 28

Tanggal            : 17 Februari 2023

Tema                : Diksi dan Seni Bahasa

Narasumber     : Maydearly

Moderator        : Widya Arema

 

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi". - Helvy Tiana Rosa

                Mendung kelabu mengingatkan ku akan memori indah ku bersamamu dulu, sepoi angin yang sejuk menenangkan kalbu. Seolah membelai lembut, menidurkan segala penat dan pikiran yang kalut. Termanjakan akan kebahagiaan yang dulu kau hadirkan begitu membuncah dalam relung sanubari.

 Rumput yang bergoyang seakan ikut berbicara memecahkan lamunanku yang terbuai akan senyum manis bayangmu. Seolah menyiratkan sejuta makna yang akan kau ceritakan lewat pesan dari ranting pohon yang melambaiku. Begitulah kerinduanku akan hadirmu mengiringi setiap langkah sisa hidupku. Genggam tanganku erat penuh ikat kasih yang tak kan pernah kau lepaskan, perpenjerat dalam lingkaran tautan hati dalam suka dan duka. Walau raga ini tak lagi bersua, walau canda tawa tak lagi tercipta kenanganku bersamamu tak akan pernah sirna

Tetapi apa daya, kenyataan tidak selalu sesuai harapan, begitulah hidup sebagai perjalanan yang penuh misteri dan berliku. Begitu pula bagi penulis pemula akan banyak perjalanan terjal yang siap menghadang tanpa memberitahu sebelumnya. Segala  rintangan dan hambatan yang tak terduga silih berganti perlu dihadapi dengan terus menulis tiada henti

Seperti yang penulis alami, saat jemari sudah ingin menekan keyboard, hati dan pikiran rindu untuk menulis. Tanpa kata, tanpa raga, tanpa suara, tanpa sisa tak kutemui materi dalam WA hanya puluhan puisi dari berbagai peserta. Ku coba mengejar resume tanpa jeda, agar selesai menghasilkan karya abadi untuk dikenang sepanjang masa sebagai pengalaman yang berharga. Akhirnya kuputuskan untuk Blogwalking sembari belajar merangkai kata untuk memperkaya diksi yang beragam dari pengalaman peserta lain.

Pada malam ini pada KBMN belajar mengenai Diksi dan Seni Bahasa bersama Narasumber Maydearly, sebagai nama pena. Beliau memiliki segudang prestasi dan menghasilkan beberapa karya buku antalogi dan buku solo. Diantaranya 10 buku Antologi, 2 Buku Kurator "Jejak Pena Pengembara Aksara", dan "Kisah Para Pendaki Mimpi" . Selain itu juga telah membuat buku mayor Buku Duo "Literasi Digital untuk Abad 21" bersama Prof.Eko Indrajit, Buku Solo "Trik Jitu Menjadi Penulis Millenial", buku solo "Episode 1 Januari 2020 dalam Kenangan",dan buku solo "Catatan Inspiratif".

 


                         " Menulis itu tidak sulit, karena yang sulit adalah tidak ingin memulai"

Pengertian Diksi

Diksi berasal dari bahasa Latin: dictionem, yang diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction berupa kata kerja yang berarti: pilihan kata. Yaitu menuliskan sesuatu secara ekspresif, sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, dan mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.

Sejarah Diksi

Dalam sejarah bahasa, Ilmuwan Yunani Filosof Aristoteles yang telah memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya telah ia sebut sebagai diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics (puisi). Kemudian gagasan tersebut berkembang fungsinya, sehingga diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tetapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.

William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia dikenal sebagai mahaguru dalam menuliskan romantisme yang dipadu dengan tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, dan tak lekang tergilas zaman.

Mengapa Diksi Penting?

                Diksi sangat penting karena mengandung keindahan dalam kata yang tak tereja oleh bibir. Tanpa diksi bagaikan sayur tanpa garam, membuat karya kita menjadi menarik menggetarkan setiap insan yang membaca. Diksi memancarkan kemilau di antara bintang-bintang yang bertaburan di langit, tanpa kilaunya tak akan menjadi indah

Bagaimankah cara mengembangkan diksi agar menarik?

Sebagian besar penulis pemula merasa tidak berani dalam bermain diksi pada tulisannya. Memiliki kekhawatiran tak dapat berfikir menangkap kata yang tepat, lidah terasa kelu merangkai kalimat, membuat penulis tak mampu hasilkan karyanya hingga akhir. Pikiran negatif bagi penulis  harus dihindari, dan melawan diri sendiri untuk berani menggoreskan pena. Mulailah menulis dari hal sederhana apa yang kita lihat, rasakan, dan dengar. Tips menurut narasumber untuk mendapatkan diksi yang indah adalah dengan melibatkan 5 panca indera kita.

Berikut adalah 5 jurus pamungkas dalam mengembangkan Diksi yang indah :

1.       Sense of Touch (sentuhan)

Menulis dengan melibatkan indera peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit.

Contoh:

Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi

 

2.       Sense of Smell (penciuman)

Menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.

Contoh:

Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan dilangit harapan

3.    Sense of Taste (rasa)

Menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.

Contoh:

Ku kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp tangan  kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.

4.    Sense of Sight (penglihatan)

Menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya.  Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.

 Contoh:

Derit daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu hanya sebagai lamunan

5.    Sense of Hearing (pendengaran)

Menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.

Contoh:

Derum kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa berat oleh jerit keputusasaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu

Malam dingin merasuk ke tulang


Membuat ku semakin Lelah tak terbayang

Dari pagi hingga petang

Tapi dengan mengajar ku merasa senang

                 Pahit manis roda kehidupan

Kucoba ikhlaskan tanpa sesal

Semoga Tuhan memmberiku jalan

Mengarungi hidup tanpa tertekan

Ku bingung dan selalu bimbang

Mengapa seakan takdir menyerang

Terluka nanar penuh derita

Rasa sakit yang tak terperi

Kau lontarkan kata menyayat tajam

Merobek hati yang tak berdosa

Semoga Tuhan beriku keadilan

Membuatnya sadar akan perasaan

 


Quotes yang sangat apik sebagai motivasi diri untuk terus menulis dan menulis sebagai cara untuk menghilangkan rasa sakit hati, Semoga dengan menulis menyembuhkan segala penyakit hati dan fisik. Semoga sukses…Salam Literasi…Jangan lupa tinggalkan jejak untuk saran dan kritik pada chat komentar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasti Buku Terbit hanya di Indie

  Judul                 : Pasti Buku Terbit hanya di Indie Resume            : ke-23 Gelombang      : 28 Hari/ Tanggal    : Rabu, 1 ...