Rabu, 01 Maret 2023

Tulis Buku Ajar bagi Pelajar

 



 

Judul               :  Tulis Buku Ajar bagi Pelajar

Resume ke      : 19

Gelombang     : 28

Tanggal           : 20 Februari 2023

Tema               : Menulis Buku Ajar

Narasumber    : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd

Moderator       : Mutmainah

 

"Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa". - Fiersa Besari

 

            Siapapun ingin mendapatkan derajat tinggi dimata Tuhan YME bukan hanya sekedar dari sudut kaca mata manusia sisi materi. Manusia yang berilmu dan mengajarkannya selain menjadi bekal amal kebaikan, tentu akan memiliki magnet tersendiri sebagai daya tarik yang paling terhormat.  Seperti yag terkandung di dalam Surat  QS. al-Mujadalah [58]: 11 sebgai berikut :

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. al-Mujadalah [l58]: 11).

 

                Kita sebagai orang yang beriman diwajibkan untuk selalu belajar dalam segala bidang yang kita tekuni. Melalui fadhilah ilmu sebagai suatu sarana untuk menjaga kualitas keimanan dan bermanfaat bagi orang lain. Menyampaikan ilmu sebagai amal jariyah kita yang tak akan terputus hingga raga tak lagi ada.

            Guru sebagai salah satu profesi yang paling strategis dalam memberikan ilmu, berbagai pembelajaran, ketrampilan hidup, sosialisasi, contoh, panutan dan teladan yang baik bagi siswanya. Oleh sebab itu, perlu rancangan pembelajran yang tepat agar mendpatkan hasil yang maksimal bagi perubahan peserta didik. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan guru membuat karya berupa bahan ajar.

            Buku ajar sebagai salah satu alternatif dalam menyajikan pembelajaran sesuai dengan tujuan dan kebutuhan peserta didik. Diharapkan melalui buku ajar ini, sebagai sarana memicu dalam mengembangkan diri dan peningktan kualitas beajar bagi siswa.

            Pada KBMN ini membahas mengenai Menulis Buku Ajar dengan narasumber Dr Mudafiatun Isriyah,M.Pd, seorang konselor, asesor BAN PAUD dan juga penulis buku.  Karya beliau antara lain Peran Guru dan Orang Tua Sebagai Pusat Sumber Belajar, Antologi Social Presence Kunci Sukses Distance Learning yang telah telah mendapatkan penghargaan dari perpustakaan nasional sebagai buku terbaik. Beberapa buku lain yang berudul Trik Menulis Di Kala Sibuk dan Praktik Konselor (Pada Faktor-Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Efikasi Akademik Siswa) yang telah diterbitkan oleh penerbit mayor.

 

A.     Bagaimana Bahan Ajar VS Buku Ajar ?

Modal terbesar seorang penulis buku adalah memiliki komitmen, penguasaan ilmu dan kemampuan berbahasa. Untuk memahami lebih detail mengenai bahan ajar dan buku ajar sebagai salah satu karya yang dapat di buat oleh guru, berikut ulasannya.

Bahan Ajar

1.      Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.

2.      Bahan ajar sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.

3.      Bahan ajar terdiri dari 3 jenis yaitu

a)      Bahan Ajar Cetak, meliputi

*      Buku Teks, Buku Referensi, dan Monograf,

*      Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ,

*      Panduan = Petunjuk = Pedoman,

*      Atlas = Peta,

*      Diagram = Poster,

*      Brosur = Leaflet = Manual.

b)      Bahan Ajar Non Cetak

*      cInternet = Web Based Courses = e-learning,

*      CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer,

*      Slide, 

*      Video / TV,

*      Audio / Radio.

 

Buku Ajar

Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar. Buku Ajar sebagai buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001).

 

B.      Alasan Buku Ajar sangan Penting  dalam Pembelajaran

Buku ajar tentunya sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran sebagai salah satu acuan siswa untu dapat belajar secara mandiri. Berikut adalah beberapa manfaat buku ajar.

1)      Guru memiliki banyak waktu untuk memberikan bimbingan kepada siswa/mahasiswa

2)      Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru

3)      Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja

4)      Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi

5)      Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki

 

Mengacu pada beberapa Trilogi pembelajaran yang terdiri dari tujuan, strategi dan Penilaian. Seorang guru memiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajar, yaitu dengan membuat buku ajar sendiri sesuai mata pelajaran yang diampu.

 

Berikut diuraikan beberapa keuntungan membuat Buku Ajar bagi guru dan dosen, antara lain

1.    Promosi dan kenaikan pangkat

2.    Mendapatkan insentif

3.    Finansial-Royalty

4.    Eksistensi diri

5.    Media ekspresi

6.    Branding personal dan Institusi

7.    Penguatan keilmuan

 

C.      Perbedaan Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran

Peran guru sebagai peneliti dan pembelajar berdasarkan pengalaman dan kurikulum yang dapat dijadikan sebagai buku ajar. Silabus atau RPS yang dibuat oleh guru dalam mendesain pembelajaran dapat dijadikan sebagai outline buku ajar, modul atau diktat. Sedangkan jika berdasarkan pada hasil peelitian, dapat dijadikan buku referensi, monograf, artikel ilmiah yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat buku.

            Adapun jenis Buku Ajar yaitu: Buku Ajar, Buku Modul, Diktat, Petunjuk Praktikum, Naskah Tutorial. Sedangkan buku hasil penelitian adalah Buku Referensi dan Monograf.

Berikut adalah peebedaan yang paling mendasar antara Buku Teks dan Bahan Ajar.

 

No.

Bahan Teks

Buku Ajar

1.

Ditulis terutama   digunakan untuk dosen atau pembaca umum dipasarkan secara luas

Buku Ajar Ditulis dan dirancang untuk digunakan siswa/mahasiswa

2.

Tidak selalu menjelaskan tujuan pembelajaran

Menjelaskan tujuan pembelajaran

3.

Disusun secara linier

Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel

4.

Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu

Strukturnya berdasarkan kompetensi yang akan dicapai

5.

Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa

Ada pemberian kesempatan latihan bagi mahasiswa

6.

Belum tentu ada rangkuman.

Selalu memberikan rangkuman.

7.

Materi buku teks sangat praktis bagi siswa untuk dapat dipelajari sendiri di luar KBM

Kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa

8.

Dikemas untuk dijual secara umum.

Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran.

9.

Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai.

Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa.

10.

Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya.

Mencantumkan petunjuk penggunaan buku ajar.

 

D.     Cara Penulisan Buku Ajar

1.      Penataan Informasi (compilation text)

Guru/Dosen melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran berdasarkan RPS yang telah disusun. Berikut adalah  prosedur kompilasi antara lain

a.      Mengumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPS.

b.      Menentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per bahan kajian sesuai dengan RPS.

c.       Memotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per bahan kajian sesuai dengan RPS.

d.      Pilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.

e.      Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB.

f.        Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagi kepada mahasiswa).

g.      Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman siswa/mahasiswa untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.

 

2.      Pengemasan Kembali (information repackaging)

Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai adalah RPS (Rencana Pembelajaran Semester).

Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (RPS + RTM) Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah), kemudian ditambahkan

a)      Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai.

b)      Petunjuk belajar bagi mahasiswa/siswa.

c)      Latihan.

d)      Ringkasan.

e)      Umpan balik.

f)       Evaluasi formatif

 

3.        Menulis Sendiri (starting from scratch)

Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah/mata pelajaran yang diampu.

 

a.      Guru merupakan pakar dalam bidangnya (menguasai bidang ilmu).

b.      Guru mempunyai kemampuan menulis.

c.       Guru memahami kebutuhan mahasiswa/siswa dalam bidang ilmu yang dibinanya.

d.      Guru memiliki kemampuan mendesain pembelajaran

 

E.      Prinsip-Prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar

Berikut beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan materi ajar

1.      Prinsip Relevansi

Materi pembelajaran hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.

 

2.        Prinsip Konsistensi/Keajegan

Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam.

 

3.       Prinsip Kecukupan

Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

 

Sistematika Buku Ajar

Pembuatan sistematika buku ajar tergantung dari standard penerbit. Tetapi walaupun demikan, tulisan guru minimal memiliki kesiapan untuk menyusun outline buku kita sendiri.

1.      Tinjauan Mata Pelajaran : Prakata

a.      Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi mahasiswa/siswa

b.      Identitas Mata Kuliah

c.       Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar

d.      Kegunaan Mata Kuliah bagi mahasiswa/siswa

e.      Capaian Pembelajaran Mata kuliah

2.      BAB 1 Pendahuluan

a.      Kemampuan Akhir

b.      Indikator

c.       Pendahuluan, terdiri dari:

*      Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang  cakupan bab tersebut.

*      Relevansi antara bab tersebut dengan pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi mahasiswa/siswa.

3.      Penyajian

a.      Uraian atau penjelasan materi (sesuai dengan jenis materi) dan diikuti dengan contoh-contoh.

b.      Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi.

c.       Tugas dan Latihan yang dilakukan mahasiswa/siswa setelah membaca uraian materi.

d.      Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang dibahas.

4.      Penutup

a.      Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan Kemampuan Akhir.

b.      Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci jawaban tes).

c.       Tindak lanjut.

5.      Daftar Pustaka

6.      Senarai (glossary), berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan.

7.      Daftar Index (jika diperlukan)

 

Serasa daging semua materi yang disampikan oleh narasumber padat dan berisi, Tetapi itulah tugas guru tidak hanya mengajar dan mendidik tetapi guru juga sebagai sosok yang digugu dan ditiru salah satunya adalah menjadi pribadi yang berprestasi saah satunya adalah menulis buku ajar sendiri sebagai pendamping siswanya belajar.

Berikut adalah pernyataan narasumber sebelum materi ditutup.

 

"Guru merupakan sosok yg akan ditiru, guru sbg model yang akan menjadi figur, daya pandang siswa tak terukur karena melihat sosok guru idaman. Torehan guru menjadi prasasti bagi siswa, maka lantas guru mau seenaknya tanpa harus menjawab kebutuhan siswa yang sesungguhnya??

Sungguh tidak manusiawi jika seorang tidak merancang pembelajaran yang sesuai kebutuan siswa. Oleh karena itu marilah kita menjadi seorang guru yang memiliki komitmen untuk menghargai diri sendiri sebagai seorang yang sangat ditunggu siswa.

Jadilah guru yg kreatif, desain-lah pembelajaran yang menarik, buatlah buku ini sebagai hasil karya guru yang di tunggu."

 

Kritik dan saran sangat kami harapkan. Jangan lupa tinggallkan jejak pada chat komentar. Sukses selalu. Salam Literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasti Buku Terbit hanya di Indie

  Judul                 : Pasti Buku Terbit hanya di Indie Resume            : ke-23 Gelombang      : 28 Hari/ Tanggal    : Rabu, 1 ...