Judul
:
Resume
ke : 19
Gelombang : 28
Tanggal :
20 Februari 2023
Tema :
Menulis Buku Ajar
Narasumber : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd
Moderator : Mutmainah
"Menulis
adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran.
Maka, menulislah. Menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh
siapa dan senilai berapa". - Fiersa Besari
Siapapun ingin mendapatkan derajat
tinggi dimata Tuhan YME bukan hanya sekedar dari sudut kaca mata manusia sisi
materi. Manusia yang berilmu dan mengajarkannya selain menjadi bekal amal
kebaikan, tentu akan memiliki magnet tersendiri sebagai daya tarik yang paling
terhormat. Seperti yag terkandung di
dalam Surat QS. al-Mujadalah [58]: 11
sebgai berikut :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي
الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai
orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah
dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan (QS. al-Mujadalah [l58]: 11).
Kita sebagai orang yang beriman diwajibkan untuk
selalu belajar dalam segala bidang yang kita tekuni. Melalui fadhilah ilmu
sebagai suatu sarana untuk menjaga kualitas keimanan dan bermanfaat bagi orang
lain. Menyampaikan ilmu sebagai amal jariyah kita yang tak akan terputus hingga
raga tak lagi ada.
Guru sebagai salah satu profesi yang
paling strategis dalam memberikan ilmu, berbagai pembelajaran, ketrampilan
hidup, sosialisasi, contoh, panutan dan teladan yang baik bagi siswanya. Oleh
sebab itu, perlu rancangan pembelajran yang tepat agar mendpatkan hasil yang
maksimal bagi perubahan peserta didik. Salah satu hal yang dapat dilakukan
adalah dengan guru membuat karya berupa bahan ajar.
Buku ajar sebagai salah satu
alternatif dalam menyajikan pembelajaran sesuai dengan tujuan dan kebutuhan
peserta didik. Diharapkan melalui buku ajar ini, sebagai sarana memicu dalam
mengembangkan diri dan peningktan kualitas beajar bagi siswa.
Pada KBMN ini membahas mengenai
Menulis Buku Ajar dengan narasumber Dr Mudafiatun Isriyah,M.Pd, seorang
konselor, asesor BAN PAUD dan juga penulis buku. Karya beliau antara lain Peran Guru dan Orang
Tua Sebagai Pusat Sumber Belajar, Antologi Social Presence Kunci Sukses
Distance Learning yang telah telah mendapatkan penghargaan dari perpustakaan
nasional sebagai buku terbaik. Beberapa buku lain yang berudul Trik Menulis Di
Kala Sibuk dan Praktik Konselor (Pada Faktor-Faktor Determinan Yang
Mempengaruhi Efikasi Akademik Siswa) yang telah diterbitkan oleh penerbit mayor.
A.
Bagaimana Bahan Ajar VS Buku Ajar ?
Modal terbesar seorang penulis buku adalah memiliki
komitmen, penguasaan ilmu dan kemampuan berbahasa. Untuk memahami lebih detail
mengenai bahan ajar dan buku ajar sebagai salah satu karya yang dapat di buat
oleh guru, berikut ulasannya.
Bahan Ajar
1.
Bahan
ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk
membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar
dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.
2.
Bahan
ajar sebagai
seperangkat materi yang disusun
secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta
lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.
3.
Bahan ajar terdiri dari 3 jenis yaitu
a)
Bahan Ajar Cetak, meliputi
Buku Teks, Buku Referensi, dan Monograf,
Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ,
Panduan = Petunjuk = Pedoman,
Atlas = Peta,
Diagram = Poster,
Brosur = Leaflet = Manual.
b)
Bahan Ajar Non Cetak
cInternet = Web Based Courses = e-learning,
CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer,
Slide,
Video / TV,
Audio / Radio.
Buku Ajar
Buku Ajar merupakan salah satu
bentuk bahan ajar. Buku Ajar sebagai buku ilmiah berupa uraian materi
pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas,
digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001).
B.
Alasan Buku Ajar sangan Penting dalam Pembelajaran
Buku ajar tentunya sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran sebagai
salah satu acuan siswa untu dapat belajar secara mandiri. Berikut adalah beberapa
manfaat buku ajar.
1) Guru memiliki
banyak waktu untuk memberikan bimbingan kepada siswa/mahasiswa
2) Siswa dapat belajar
sekalipun tidak ada guru
3) Siswa dapat belajar
kapan dan di mana saja
4) Siswa tidak terlalu
tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
5) Siswa bisa belajar
dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi dan kemampuan yang
dimiliki
Mengacu pada beberapa Trilogi pembelajaran yang
terdiri dari tujuan, strategi dan Penilaian. Seorang guru memiliki kepentingan
untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajar, yaitu dengan membuat buku ajar sendiri
sesuai mata pelajaran yang diampu.
Berikut
diuraikan beberapa keuntungan membuat Buku Ajar bagi guru dan dosen, antara
lain
1. Promosi dan kenaikan pangkat
2. Mendapatkan insentif
3. Finansial-Royalty
4. Eksistensi diri
5. Media ekspresi
6. Branding personal dan Institusi
7. Penguatan keilmuan
C.
Perbedaan Buku Ajar dan Buku
Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran
Peran guru sebagai peneliti dan pembelajar berdasarkan pengalaman dan kurikulum yang dapat dijadikan sebagai buku ajar. Silabus atau RPS yang dibuat oleh guru dalam mendesain pembelajaran dapat dijadikan sebagai outline buku ajar, modul atau diktat. Sedangkan jika berdasarkan pada hasil peelitian, dapat dijadikan buku referensi, monograf, artikel ilmiah yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat buku.
Adapun
jenis Buku Ajar yaitu: Buku Ajar, Buku Modul, Diktat, Petunjuk Praktikum,
Naskah Tutorial. Sedangkan buku hasil penelitian adalah Buku Referensi dan
Monograf.
Berikut adalah peebedaan yang paling mendasar antara Buku
Teks dan Bahan Ajar.
|
No. |
Bahan Teks |
Buku Ajar |
|
1. |
Ditulis
terutama digunakan untuk dosen atau
pembaca umum dipasarkan secara luas |
Buku Ajar
Ditulis dan dirancang untuk digunakan siswa/mahasiswa |
|
2. |
Tidak selalu
menjelaskan tujuan pembelajaran |
Menjelaskan tujuan pembelajaran |
|
3. |
Disusun secara linier |
Disusun
berdasarkan pola belajar yang fleksibel |
|
4. |
Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu |
Strukturnya
berdasarkan kompetensi yang akan dicapai |
|
5. |
Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa |
Ada pemberian
kesempatan latihan bagi mahasiswa |
|
6. |
Belum tentu ada rangkuman. |
Selalu memberikan rangkuman. |
|
7. |
Materi buku teks sangat praktis
bagi siswa untuk dapat dipelajari sendiri di luar KBM |
Kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa |
|
8. |
Dikemas untuk dijual secara umum. |
Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran. |
|
9. |
Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari
pemakai. |
Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari
mahasiswa. |
|
10. |
Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya. |
Mencantumkan petunjuk penggunaan buku ajar. |
D.
Cara Penulisan Buku
Ajar
1.
Penataan Informasi (compilation
text)
Guru/Dosen
melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran
berdasarkan RPS yang telah disusun. Berikut adalah prosedur kompilasi antara lain
a. Mengumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah,
dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang
tercantum dalam daftar pustaka di RPS.
b. Menentukan bagian-bagian
buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan
per bahan kajian sesuai dengan RPS.
c. Memotokopi seluruh bagian dari sumber yang
digunakan per bahan kajian sesuai dengan RPS.
d. Pilahlah hasil
fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.
e. Buatlah/tulislah
halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB.
f.
Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman
penyekat untuk setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy
untuk dibagi kepada mahasiswa).
g. Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman
siswa/mahasiswa untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.
2.
Pengemasan Kembali (information repackaging)
Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang
telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai adalah
RPS
Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan
kebutuhan (RPS + RTM) Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan
gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah),
kemudian ditambahkan
a)
Kemampuan/kompetensi yang
akan dicapai.
b)
Petunjuk belajar bagi
mahasiswa/siswa.
c)
Latihan.
d)
Ringkasan.
e)
Umpan balik.
f)
Evaluasi formatif
3.
Menulis Sendiri (starting from scratch)
Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan
kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah/mata pelajaran yang diampu.
a.
Guru merupakan pakar dalam
bidangnya (menguasai bidang ilmu).
b.
Guru mempunyai kemampuan
menulis.
c.
Guru memahami kebutuhan
mahasiswa/siswa dalam bidang ilmu yang dibinanya.
d.
Guru memiliki kemampuan
mendesain pembelajaran
E.
Prinsip-Prinsip Pemilihan
Materi Buku Ajar
Berikut beberapa prinsip
yang harus diperhatikan dalam pemilihan materi ajar
1.
Prinsip Relevansi
Materi pembelajaran
hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian
capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan
yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi
pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.
2.
Prinsip
Konsistensi/Keajegan
Materi pembelajaran harus
konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah
materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai
mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus
meliputi empat macam.
3.
Prinsip Kecukupan
Materi yang diajarkan
hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang
diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak.
Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata
kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang
waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Sistematika Buku Ajar
Pembuatan sistematika buku
ajar tergantung dari standard penerbit. Tetapi walaupun demikan, tulisan guru
minimal memiliki kesiapan untuk menyusun outline buku kita sendiri.
1.
Tinjauan Mata Pelajaran :
Prakata
a.
Petunjuk Penggunaan Buku
Ajar bagi mahasiswa/siswa
b.
Identitas Mata Kuliah
c.
Deskripsi Singkat Isi Buku
Ajar
d.
Kegunaan Mata Kuliah bagi
mahasiswa/siswa
e.
Capaian Pembelajaran Mata
kuliah
2.
BAB 1 Pendahuluan
a.
Kemampuan Akhir
b.
Indikator
c.
Pendahuluan, terdiri dari:
Deskripsi singkat berupa
gambaran umum tentang cakupan bab
tersebut.
Relevansi antara bab
tersebut dengan pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi
mahasiswa/siswa.
3.
Penyajian
a.
Uraian atau penjelasan
materi (sesuai dengan jenis materi) dan diikuti dengan contoh-contoh.
b.
Ilustrasi yang sesuai dengan
uraian materi.
c.
Tugas dan Latihan yang
dilakukan mahasiswa/siswa setelah membaca uraian materi.
d.
Rangkuman/ringkasan dari
konsep atau prinsip yang dibahas.
4.
Penutup
a.
Penilaian, konsisten dengan
rumusan indikator dan Kemampuan Akhir.
b.
Umpan balik, untuk dapat
menilai sendiri hasil belajarnya (kunci jawaban tes).
c.
Tindak lanjut.
5.
Daftar Pustaka
6.
Senarai (glossary), berupa
daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan.
7.
Daftar Index (jika
diperlukan)
Serasa daging semua materi
yang disampikan oleh narasumber padat dan berisi, Tetapi itulah tugas guru
tidak hanya mengajar dan mendidik tetapi guru juga sebagai sosok yang digugu
dan ditiru salah satunya adalah menjadi pribadi yang berprestasi saah satunya
adalah menulis buku ajar sendiri sebagai pendamping siswanya belajar.
Berikut adalah pernyataan
narasumber sebelum materi ditutup.
"Guru merupakan sosok yg akan ditiru,
guru sbg model yang akan menjadi figur, daya pandang siswa tak terukur karena
melihat sosok guru idaman. Torehan guru menjadi prasasti bagi siswa, maka
lantas guru mau seenaknya tanpa harus menjawab kebutuhan siswa yang
sesungguhnya??
Sungguh tidak manusiawi jika seorang tidak
merancang pembelajaran yang sesuai kebutuan siswa. Oleh karena itu marilah kita
menjadi seorang guru yang memiliki komitmen untuk menghargai diri sendiri
sebagai seorang yang sangat ditunggu siswa.
Jadilah guru yg kreatif, desain-lah
pembelajaran yang menarik, buatlah buku ini sebagai hasil karya guru yang di
tunggu."
Kritik dan saran sangat kami
harapkan. Jangan lupa tinggallkan jejak pada chat komentar. Sukses selalu.
Salam Literasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar