KBMN Gelombang 28
Tema : Gali Potensi Ukir Prestasi
Judul : Lejitkan Diri Gapai Prestasi
Resume ke : 3
Tanggal : 13 januari 2022
Narasumber
: Aam Nurhasanah, S.Pd
Moderator : Arofiah Afifi, S.Pd
Tak kenal maka tak sayang, begitulah
kata sederhana yang banyak dikenal orang. Tak kenal dan tak sayang dengan
siapa? Tentu saja MENULIS. Pada
awalnya saya tidak peduli dan tidak mau tau dengan profesi tersebut. Tetapi
semenjak saya diarahkan oleh takdir, untuk bergabung dengan KBMN, saya baru
menyadari betapa luar biasanya manfaat menulis bagi diri sendiri maupun negeri
ini. Menulis sebagai suatu profesi yang mempengaruhi dengan menyentuh relung
hati tiap pembaca. Memacu diri untuk terus berkreasi dan menyajikan segala
potensi, manfaat dan pesan moral untuk berprestasi. Sebagai penulis pemula, saya masih meraba
pada sesuatu hal yang baru, masih perlu banyak belajar, merenung dan merasakan beragam
motivasi yang sarat penuh makna. Tentu tak lepas dari kekhawatiran menyelimuti
hati bergumul 1001 kecemasan dan pikiran-pikiran negatif yang berputar membentuk
apriori yang tak tentu benar serta insecure dengan tulisan sendiri.
Pada
pemateri ke 3 kali ini yaitu bunda Aam Nurhasanah S.Pd, beliau sering disapa
dengan Mpok Aam, menyampaikan bagaimana cara untuk dapat menggali potensi dan
melejitkan prestasi. Beliau memulai dengan apa yang di sukai, dikuasi dan
dialami hal yang sederhana tetapi membutuhkan ketekunan dan usaha yang keras
agar bebuah prestasi gemilang. Beliau menularkan pengalamannya dengan tulus
dalam dunia tulis menulis. Siapa sangka Bunda Aam sebagai penulis pemula juga pernah
merasakan banyak kendala kegagalan seperti rasa takut, ragu, tidak percaya
diri, dibuli sehingga tulisan beliau hanya bertengger manis di dalam laptop
menguap seiring berjalannya waktu. Beliau ikut bergabung mengikuti kelas KBMN
angkatan 8 juga pernah tidak lulus, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat
baliau untuk membuktikan potensinya pada dunia menulis hingga melahirkan
mahkota berupa buku dan lulus KBMN gelombang 12.
Segudang prestasi yang beliau raih antara
lain buku pertama yang berjudul Semangat Menulis Bersama Ibu Kanjeng, kemudian
lahirlah buku solo beliau yang berjudul Mengukir Mimpi jadi Penulis Hebat, beliau
juga mejadi menjadi moderator di kelas
belajar menulis dan bicara dari Om jay, hingga lahirlah buku solo kedua beliau
berjudul Kunci Sukses Menjadi Moderator Online. Tidak puas sampai disitu Bunda
Aam menghasilkan karya kembali dengan buku solonya yang berjudul Rajin menulis
Berbuah Manis. Prestasi lain yang lebih gemilang adalah menjadi penulis
penerbit mayor dalam tantangan menulis 1 minggu bersama Prof Ekoji hanya
berawal dari sebuah mimpi. Buku Bu Aam yang berjudul Parenting 4,0; Mengenali
Pribadi dan Potensi Anak Generasi Multiple Intelligences telah berhasil berpose
manis di Gramedia seluruh Indonesia.
Prestasi lain yang telah berhasil Bu
Aam sabet yang tak kalah prestisiusnya antara lain mendapat juara 1 dalam
tantangan menulis dari PGRI dan YPTD, sebagai narasumber diberbagai acara dan
sebagai editor dari berbagai lahirnya buku solo peserta KBMN. Setelah menjadi
kurator, Bunda Aam menerima satu naskah novel dari muridnya Juminah yang
bekerja sebagai TKI selama 5 tahun di Arab Saudi yang merelakan masa mudanya
menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai sekolah adik-adiknya menjadi
buku novel kisah cinta sejatinya. Bunda Aam pun juga senang untuk berbagai
ilmu, beliau membantu para alumni untuk melahirkan buku pertamanya. Sebagai
salah satu contoh buku hasil coretan sederhana dari Bu Ovi sebagai moderator
yang disulap bu Aam menjadi buku bacaan yang menarik, menginspirasi dan enak
dibaca bagi banyak orang.
Pada
akhirnya masuklah pada sesi tanya jawab yang paling ditunggu oleh banyak
peserta yang sangat antusias. Berikut adalah beberapa dari pertanyaan peserta.
1. Pertanyaan dari Bu Wahyuning, bagaimana cara
cepat bisa menulis buku?
Jawaban
Bunda Aam: Ikut nubar (nulis bareng)
buku antologi. Bisa japri Bunda Kanjeng Ratu. Terdapat banyak tema yang
menarik. Untuk menulis 1 minggu, 1 hari kita harus menulis 10 halaman A4,
sehingga 5 hari 50 halaman, jika dibuat A5 menjadi 100 halaman, untuk sisa 2
hari digunakan mengedit jika ada typo dan layout
2. Pertanyaan
dari Bu Farida Lisanti, Bagaimana tips Bu Aam dapat menulis menjadi buku ?
Jawaban
Bunda Aam : Tipsnya adalah Mau belajar dan Berproses Sehingga Bisa Naik Kelas
3. Pertanyaan
dari Bapak Sugiharto, Bagaimana cara membuat judul yang menarik?
Jawaban Bunda Aam : Membuat judul lebih asik
terdiri dari 4 kata yang memiliki rima sehingga enak dibaca dan menarik. Misal
: Niat Berbagi Gaungkan Literasi
4. Pertanyaann
dari Dwi Arica Martiani, Bagaimanakah cara melejitkan potensi menulis?
Jawaban Bunda Aam : seperti yang disampaikan Bunda Kanjeng, menulis
adalah passion seperti Kebelet BAB dan harus segera ditunaikan
Nah, begitulah sedikit lentera yang diberikan narasumber, tentu masih berjuta ilmu yang belum kita ketahui, teruslah berproses dan unduh hasilnya di kemudian hari, Bu Aam mengatakan biarkan tulisanmu menemui takdirnya. Sebagai closing stetment beliau adalah Bermimpi dahulu, bangun dan kejar mimpimu. Jika gagal terus mencoba sampai engkau bisa meraihnya. Semoga sukses..
Salam Literasi ..

Ayok...
BalasHapusDitambah performanya... agar berprestasi..
Bugus Bun resumenya rapih dan tetata. Serta mengalir
BalasHapus