Selasa, 31 Januari 2023

Kehabisan Ide Menulis? Yuk Simak Tips Mengatasi Writers Block


 Nara Sumber  : Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr.

  Moderator      : Raliyanti, S.Pd., M.Pd

 Tema               : Mengatasi Writer's Block

 Hari                  : Senin, 23 Januari 2023

 Resume           : 7

"Menulis merangsang pemikiran, jadi jika kamu tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis." (Barbara)

 

                Kala rintik hujan terus-menerus memborbardir bumi pertiwi, saat itu juga pikiran terasa kalut tak menentu. Tak terasa sudah 1 jam jemari tangan membolak-balik buku, ide satu pun tak kunjung tertuju. Entah sampai kapan, tiba-tiba otak ini buntu tak tau harus menggoreskan aksara yang bermutu. Tangan terasa kaku bagai es tak bisa bergerak lagi menyalurkan luapan emosi, pikiran dan ide yang biasanya mengalir tanpa jeda. Apa mungkin saya sedang terkena penyakit? Penyakit hati, pikiran atau apa kah ini? viruskah? Virus apakah gerangan? Apakah Virus cinta asmara? Ah…  tidak mungkin, kecuali kalau ada yang berharap kepadaku, seorang ibu yang beranak satu ini… Ku bidik layar HP, ternyata jadwal KBMN malam ini adalah  Trik Mencegah Virus Writers Block. Hah,….apa itu Writers Block, gumamku penuh penasaran. Cepat-cepat ku siapkan catatan dan alat tulis untuk menyimak dengan fokus materi yang disampaikan oleh narasumber malam ini. Tak lupa sedikit camilan dan teh hangat yang selalu setia menemaniku untuk mengobati rasa dingin yang menyerbu.

                Kelas malam ini, di buka dengan oleh Om Jay dengan kalimat yang semakin memicu semangat “ siapa yang fokus pasti akan lulus” hanya dengan fokus, kerja keras dan terus belajar maka impian kita akan terwujud. “Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan, namun sebaliknya di dalam kemudahan itu justru ada kesulitan”. Fasilitas dan kemudahan yang diberikan oleh Om Jay dan Tim Solid dengan terbentuknya KBMN beserta mentor yang siap membantu jangan samapai membuat kita terlena.  Jangan sampai terbuang sia-sia kesempatan emas ini, sebagai ladang untuk belajar mencari ilmu sebanyak mungkin dan tentu saja eksekusi untuk mempraktekkannya, mengupgrade kemampuan menulis untuk mewujudkan impian penulis yaitu mahkota buku. Kembali semangat ini tersulut dengan kata motivasi dari Om Jay, “Tak ada penulis yang malas membaca, Membaca lah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Banyak membaca akan membuat anda keliling dunia. Banyak ilmu dan pengetahuan anda dapatkan. Banyak pengalaman orang lain bisa anda tiru dan kemudian anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Huh,….meleleh sudah hati ini, mendengar wejangan dari beliau. Terimkasih Om Jay dan Tim Solid yang begitu besar jasanya untuk negeri ini melalui tulisan.

Narasumber malam ini cukup berbeda seorang ibu muda, cantik, cerdas, memiliki banyak buah karya, bertalenta dan berprestasi. Beliau adalah Ibu Ditta Widya Utamai S.Pd,Gr seorang guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Beliau membuka dengan kalimat, “Siapa pun yang ingin menjadi penulis andal, maka harus mau berproses”. Tentu tidak bisa secara instan, harus memiliki jam terbang yang tinggi untuk terus melatih kemampuan menulis. Berikut adalah profil lengkap bu Ditta :

https://dittawidyautami.blogspot.com atau https://www.kompasiana.com/ditta13718.

                Sebelum menjelaskan apa itu Writers Blog, beliau menceritakan mengenai awal mula menyukai dunia tulis menulis, siapa sangka beliau sejak dini sudah suka membaca cerita anak-anak. Setelah masuk SD beliau mulai tertarik dengan dan mencoba untuk menulis, walapun dari hal sederhana yaitu menulis diary. Konsistensinya dalam hal menulis diary membuatnya semakin terlatih dalam menyusun diksi, kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi paragraf yang enak untuk dibaca. Ketika di SMP, beliau memberanikan diri untuk berkarya dengan berkali-kali mengirimkan tulisan ke mading sekolah. Hingga suatu saat pernah menulis cerita di buku tulis yang dibaca secara bergilir oleh rekan-rekannya. Bakat beliau dalam hal menulis disadari oleh salah satu gurunya, sehingga di bawah bimbingan guru Bahasa Inggris, bu Ditta disarankan untuk menulis diary dalam bahasa Inggris. Beliau merasa tertantang menulisnya walaupun tulisannya tidak memiliki struktur, tetapi dengan menulis bebas seperti itu Bu Ditta sudah dapat bercerita hingga selesai, minimal dapat menambah kosa katanya. Ternyata kegiatan menulis diary ini berlanjut hingga bangku SMA, bahkan beberapa teman dekat berceloteh tulisannya sudah seperti novel.

                  Setiap manusia dalam menjalani hidup ini pasti memiliki sebuah kisah, senang, sedih, pilu, mengecewakan, marah, malu, dan berbagai luapan emosi yang lain. Luapan emosi tersebut perlu di tangani dengan tepat, secara cerdas mampu mengolah dan mengarahkan kepada hal-hal yang positif maka akan memberkan dampak yang besar. Tetapi sebaliknya, akan sangat berbahasa jika tidak cerdas dalam mengolah emosi yang meletup-letup. Ibarat membawa pisau tajam akan digunakan utuk apa, hal positif atau negatif tergantung cara mensikapinya. Salah satu terapi untuk mengolah emosi tersebut dengan menghasilkan karya yang produktif dan memberikan dampak bagi orang lain adalah dengan menulis. Ternyata kegiatan menulis bisa menjadi self healing yang baik, beberapa psikologpun juga menyarankan kepada para pasiennya untuk menulis sebagai salah satu cara mengatasi depresi.

 Beragam manfaat dari menulis yang sudah tidak diragukan lagi. Beliau juga bercerita, sejak menekuni dunia tulis menulis saat masih kuliah bu Ditta membuat Buku Petualangan Kimia bersama rekannya untuk diikutsertakan dalam Lomba Kreativitas Mahasiswa Jurusan, dan Alhamdulillah meraih juara kedua. Masih bersama teman-teman kuliahnya berhasil membuat proposal dana hibbah untuk Asosiasi Profesi dari Dikti dan bisa cair sebesar 40 juta pada tahun 2009-2010, sungguh nominal yang sangat besar untuk saat itu.

Awal masuk dunia kerja, beliau cukup vakum menulis. Mengajar di boarding school dengan aktivitas yang padat membuat beliau mengambil jeda sejenak dalam dunia kepenulisan. Hingga akhirnya di awal masa pandemi, beliau mengikuti kelas menulis bersama PGRI dan masuk di angkatan ke-7. Berawal  dari mendapat arahan untuk membuat resume, beliau  kemudian kembali aktif menulis di blog dan berkesempatan menulis bersama Prof. Ekoji. Alhamdulillah menjadi 1 di antara 9 orang (angkatan pertama tantangan Prof. Ekoji) yang bukunya terbit di penerbit mayor. Karena terbiasa menulis, beliau bisa menyelesaikan esai di seleksi Calon Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan lulus dan saat ini sedang bertugas lagi di Angkatan 6.

Sebenarnya apa sih motivasi menulis itu ? Ada yang menulis karena kebutuhan, hobi,  tuntutan profesi, dan ingin terkenal lewat tulisan, berprestasi lain sebagainya. Apa pun alasannya, aktivitas menulis memang tidak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbudaya dan berbahasa. Menulis memiliki makna yang cukup luas, tentu hampir semua orang mengetahui manfaat menulis. Beliau menyampaikan menulis merupakan kata kerja yang menghasilkan beragam karya. Oleh karena itu tak hanya jurnalis, cerpenis, novelis, atau blogger, namun ada juga copywriter yang bertujuan mengajak orang untuk membeli produk, content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, script writer penulis naskah film/sinetron, ghost writer, techincal writer, hingga UX writer, dan lain-lain.

Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya. WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya.


 

            Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tidak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Hal ini dapat menjangkit walau disadari atau pun tidak. Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940 an, diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Berkaca dari pengalaman, WB ini dapat terjadi berulang untuk menginfeksi penulis. Itulah sebabnya beliau sebut WB ini sebagai "virus" yang sesekali dapat aktif kembali apabila kondisinya memungkinkan. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, maka perlu sekali penulis harus mengenali faktor penyebabnya.

                Menurut Bu Ditta menyampaikan beberapa hal yang dapat mengakibatkan virus WB menjangkiti penulis :

1.       Mencoba metode/topik baru dalam menulis

Sebenanya dapat menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB. Sebagai contoh apabila seseorang yang awalnya senang menulis cerpen atau puisi, kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. jika tidak segera beradaptasi, mengakibatkan kita dapat terserang WB. Sebaliknya, dapat menjadi obat WB pada penyebab faktor 2 dan 3 yaitu stress, lelah fisik dan mental.  

2.       Stress

Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai tekanan, ketegangan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Sedangkan

3.       Lelah fisik / mental

Merupakan akibat dari aktivitas harian yang padat dan juga dapat memicu stress. Pada akhirnya kita mengalami gejala yang sering kita temui yaitu jenuh dan suntuk itulah tanda kita terserang WB. 

4.       Terlalu perfeksionis

Berfikir perfeksionis terhadap tulisan kita, akan menambah beban pikiran karena selalu merasa kurang terhadap tulisan yang dibuat.

Ibu Ditta juga menyampaikan solusi untuk mengatasi writer's blok antara lain : 

a.       Mempelajari dan mencoba hal-hal baru dalam menulis

b.       Rehat sejenak dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing.

c.     Membaca buku-buku ringan sebagai cemilan otak sekaligus juga sebagai refreshing dan bermanfaat untuk menambah kosa kata dalam mengatasi WB.

d.       Free writing atau menulis bebas, dengan mencurahkan segala ide dan pemikiran dituangkan secara bebas tanpa langsung diedit.

 

Alhamdulilah aku bersyukur mendapatkan ilmu sebagi peningkatan kualitas diri melalui tulisan, gumamku. Jadi teringat sosok bunda Kanjeng beliau mengatakan “Jadikan profesi menulis sebagai passionmu”, menjadi manusia yang bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi membuat hidup kita menjadi sungguh berarti. Membuat hidup kita menjadi semakin hidup, dan hidup.Membuat hidup kita menjadi berharga dan bahagia. Menulis dan terus menulislah maka buktikan apa yang terjadi. Semoga Sukses…Salam Literasi..

   Goresan pena terukir indah dalam memori setiap insan

  Bak ribuan berlian terhampar luas berkilauan

   Sebagai oase  kesejukan gersangnya pasir terbentang

   Di malam kelas KBMN yang paling disayang

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasti Buku Terbit hanya di Indie

  Judul                 : Pasti Buku Terbit hanya di Indie Resume            : ke-23 Gelombang      : 28 Hari/ Tanggal    : Rabu, 1 ...