Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr.
Moderator : Raliyanti, S.Pd., M.Pd
Tema :
Mengatasi Writer's Block
Hari : Senin, 23 Januari 2023
Resume : 7
"Menulis merangsang pemikiran, jadi jika kamu tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis." (Barbara)
Kala
rintik hujan terus-menerus memborbardir bumi pertiwi, saat itu juga pikiran
terasa kalut tak menentu. Tak terasa sudah 1 jam jemari tangan membolak-balik
buku, ide satu pun tak kunjung tertuju. Entah sampai kapan, tiba-tiba otak ini
buntu tak tau harus menggoreskan aksara yang bermutu. Tangan terasa kaku bagai
es tak bisa bergerak lagi menyalurkan luapan emosi, pikiran dan ide yang
biasanya mengalir tanpa jeda. Apa mungkin saya sedang terkena penyakit?
Penyakit hati, pikiran atau apa kah ini? viruskah? Virus apakah gerangan?
Apakah Virus cinta asmara? Ah… tidak
mungkin, kecuali kalau ada yang berharap kepadaku, seorang ibu yang beranak
satu ini… Ku bidik layar HP, ternyata jadwal KBMN malam ini adalah Trik Mencegah Virus Writers Block. Hah,….apa
itu Writers Block, gumamku penuh penasaran. Cepat-cepat ku siapkan catatan dan
alat tulis untuk menyimak dengan fokus materi yang disampaikan oleh narasumber
malam ini. Tak lupa sedikit camilan dan teh hangat yang selalu setia menemaniku
untuk mengobati rasa dingin yang menyerbu.
Kelas
malam ini, di buka dengan oleh Om Jay dengan kalimat yang semakin memicu
semangat “ siapa yang fokus pasti akan lulus” hanya dengan fokus, kerja keras
dan terus belajar maka impian kita akan terwujud. “Di dalam kesulitan itu pasti
ada kemudahan, namun sebaliknya di dalam kemudahan itu justru ada kesulitan”. Fasilitas
dan kemudahan yang diberikan oleh Om Jay dan Tim Solid dengan terbentuknya KBMN
beserta mentor yang siap membantu jangan samapai membuat kita terlena. Jangan sampai terbuang sia-sia kesempatan emas
ini, sebagai ladang untuk belajar mencari ilmu sebanyak mungkin dan tentu saja
eksekusi untuk mempraktekkannya, mengupgrade kemampuan menulis untuk mewujudkan
impian penulis yaitu mahkota buku. Kembali semangat ini tersulut dengan kata
motivasi dari Om Jay, “Tak ada penulis yang malas membaca, Membaca lah setiap
hari dan buktikan apa yang terjadi”. Banyak membaca akan membuat anda keliling
dunia. Banyak ilmu dan pengetahuan anda dapatkan. Banyak pengalaman orang lain
bisa anda tiru dan kemudian anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Huh,….meleleh
sudah hati ini, mendengar wejangan dari beliau. Terimkasih Om Jay dan Tim Solid
yang begitu besar jasanya untuk negeri ini melalui tulisan.
Narasumber
malam ini cukup berbeda seorang ibu muda, cantik, cerdas, memiliki banyak buah karya,
bertalenta dan berprestasi. Beliau adalah Ibu Ditta Widya Utamai S.Pd,Gr seorang
guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Beliau membuka dengan
kalimat, “Siapa pun yang ingin menjadi penulis andal, maka harus mau
berproses”. Tentu tidak bisa secara instan, harus memiliki jam terbang yang
tinggi untuk terus melatih kemampuan menulis. Berikut adalah profil lengkap bu
Ditta :
https://dittawidyautami.blogspot.com
atau https://www.kompasiana.com/ditta13718.
Sebelum
menjelaskan apa itu Writers Blog, beliau menceritakan mengenai awal mula menyukai
dunia tulis menulis, siapa sangka beliau sejak dini sudah suka membaca cerita
anak-anak. Setelah masuk SD beliau mulai tertarik dengan dan mencoba untuk
menulis, walapun dari hal sederhana yaitu menulis diary. Konsistensinya dalam
hal menulis diary membuatnya semakin terlatih dalam menyusun diksi, kata
menjadi kalimat, dan kalimat menjadi paragraf yang enak untuk dibaca. Ketika di
SMP, beliau memberanikan diri untuk berkarya dengan berkali-kali mengirimkan
tulisan ke mading sekolah. Hingga suatu saat pernah menulis cerita di buku
tulis yang dibaca secara bergilir oleh rekan-rekannya. Bakat beliau dalam hal menulis
disadari oleh salah satu gurunya, sehingga di bawah bimbingan guru Bahasa
Inggris, bu Ditta disarankan untuk menulis diary dalam bahasa Inggris. Beliau
merasa tertantang menulisnya walaupun tulisannya tidak memiliki struktur,
tetapi dengan menulis bebas seperti itu Bu Ditta sudah dapat bercerita hingga
selesai, minimal dapat menambah kosa katanya. Ternyata kegiatan menulis diary
ini berlanjut hingga bangku SMA, bahkan beberapa teman dekat berceloteh
tulisannya sudah seperti novel.
Setiap manusia dalam menjalani hidup ini
pasti memiliki sebuah kisah, senang, sedih, pilu, mengecewakan, marah, malu,
dan berbagai luapan emosi yang lain. Luapan emosi tersebut perlu di tangani
dengan tepat, secara cerdas mampu mengolah dan mengarahkan kepada hal-hal yang
positif maka akan memberkan dampak yang besar. Tetapi sebaliknya, akan sangat
berbahasa jika tidak cerdas dalam mengolah emosi yang meletup-letup. Ibarat
membawa pisau tajam akan digunakan utuk apa, hal positif atau negatif
tergantung cara mensikapinya. Salah satu terapi untuk mengolah emosi tersebut
dengan menghasilkan karya yang produktif dan memberikan dampak bagi orang lain
adalah dengan menulis. Ternyata kegiatan menulis bisa menjadi self healing
yang baik, beberapa psikologpun juga menyarankan kepada para pasiennya untuk
menulis sebagai salah satu cara mengatasi depresi.
Beragam manfaat dari menulis yang sudah tidak diragukan
lagi. Beliau juga bercerita, sejak menekuni dunia tulis menulis saat masih kuliah
bu Ditta membuat Buku Petualangan Kimia bersama rekannya untuk diikutsertakan
dalam Lomba Kreativitas Mahasiswa Jurusan, dan Alhamdulillah meraih juara kedua.
Masih bersama teman-teman kuliahnya berhasil membuat proposal dana hibbah untuk
Asosiasi Profesi dari Dikti dan bisa cair sebesar 40 juta pada tahun 2009-2010,
sungguh nominal yang sangat besar untuk saat itu.
Awal masuk
dunia kerja, beliau cukup vakum menulis. Mengajar di boarding school dengan
aktivitas yang padat membuat beliau mengambil jeda sejenak dalam dunia
kepenulisan. Hingga akhirnya di awal masa pandemi, beliau mengikuti kelas
menulis bersama PGRI dan masuk di angkatan ke-7. Berawal dari mendapat arahan untuk membuat resume, beliau
kemudian kembali aktif menulis di blog
dan berkesempatan menulis bersama Prof. Ekoji. Alhamdulillah menjadi 1 di
antara 9 orang (angkatan pertama tantangan Prof. Ekoji) yang bukunya terbit di
penerbit mayor. Karena terbiasa menulis, beliau bisa menyelesaikan esai di
seleksi Calon Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan lulus
dan saat ini sedang bertugas lagi di Angkatan 6.
Sebenarnya apa
sih motivasi menulis itu ? Ada yang menulis karena kebutuhan, hobi, tuntutan profesi, dan ingin terkenal lewat
tulisan, berprestasi lain sebagainya. Apa pun alasannya, aktivitas menulis
memang tidak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbudaya dan berbahasa.
Menulis memiliki makna yang cukup luas, tentu hampir semua orang mengetahui
manfaat menulis. Beliau menyampaikan menulis merupakan kata kerja yang menghasilkan
beragam karya. Oleh karena itu tak hanya jurnalis, cerpenis, novelis, atau
blogger, namun ada juga copywriter yang bertujuan mengajak orang untuk
membeli produk, content writer yang bertugas membuat tulisan profesional
di website, script writer penulis naskah film/sinetron, ghost writer,
techincal writer, hingga UX writer, dan lain-lain.
Faktanya,
penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block.
Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun
yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang
penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya. WB ini bisa menjangkit dalam
hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Tergantung seberapa
cepat kita menyadari dan mengatasinya.
Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tidak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Hal ini dapat menjangkit walau disadari atau pun tidak. Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940 an, diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Berkaca dari pengalaman, WB ini dapat terjadi berulang untuk menginfeksi penulis. Itulah sebabnya beliau sebut WB ini sebagai "virus" yang sesekali dapat aktif kembali apabila kondisinya memungkinkan. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, maka perlu sekali penulis harus mengenali faktor penyebabnya.
Menurut Bu Ditta
menyampaikan beberapa hal yang dapat mengakibatkan virus WB menjangkiti penulis
:
1.
Mencoba metode/topik baru dalam menulis
Sebenanya dapat menjadi penyebab sekaligus obat untuk
WB. Sebagai contoh apabila seseorang yang awalnya senang menulis cerpen atau
puisi, kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang memiliki struktur dan metode
penulisan yang berbeda. jika tidak segera beradaptasi, mengakibatkan kita dapat
terserang WB. Sebaliknya, dapat menjadi obat WB pada penyebab faktor 2 dan 3
yaitu stress, lelah fisik dan mental.
2.
Stress
Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai
tekanan, ketegangan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Sedangkan
3.
Lelah fisik / mental
Merupakan akibat dari aktivitas harian yang padat dan
juga dapat memicu stress. Pada akhirnya kita mengalami gejala yang sering kita
temui yaitu jenuh dan suntuk itulah tanda kita terserang WB.
4.
Terlalu perfeksionis
Berfikir perfeksionis terhadap tulisan kita, akan menambah
beban pikiran karena selalu merasa kurang terhadap tulisan yang dibuat.
Ibu Ditta juga menyampaikan solusi untuk mengatasi
writer's blok antara lain :
a.
Mempelajari dan mencoba hal-hal baru dalam
menulis
b.
Rehat sejenak dan melakukan hal yang disukai
untuk refreshing.
c. Membaca buku-buku ringan sebagai cemilan otak
sekaligus juga sebagai refreshing dan bermanfaat untuk menambah kosa kata dalam
mengatasi WB.
d.
Free writing atau menulis bebas, dengan
mencurahkan segala ide dan pemikiran dituangkan secara bebas tanpa langsung
diedit.
Alhamdulilah aku
bersyukur mendapatkan ilmu sebagi peningkatan kualitas diri melalui tulisan, gumamku.
Jadi teringat sosok bunda Kanjeng beliau mengatakan “Jadikan profesi menulis
sebagai passionmu”, menjadi manusia yang bermanfaat dan dapat memberikan
inspirasi membuat hidup kita menjadi sungguh berarti. Membuat hidup kita
menjadi semakin hidup, dan hidup.Membuat hidup kita menjadi berharga dan bahagia.
Menulis dan terus menulislah maka buktikan apa yang terjadi. Semoga Sukses…Salam
Literasi..
Goresan
pena terukir indah dalam memori setiap insan
Bak
ribuan berlian terhampar luas berkilauan
Sebagai oase kesejukan gersangnya pasir terbentang
Di malam kelas KBMN yang paling disayang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar