Resume : 9
Gelombang : 28
Tanggal : 27 Januari 2023
Tema : Menulis itu Mudah
Narasumber :
Prof. Dr. Ngainum Naim, M. Si.
Moderator : Lely Suryani, S. Pd.SD
Ku terdiam
lama…di depan meja laptop. seperti biasa merenung, berfikir sambal mengernyitkan
dahi, melihat di tiap sudut atas atap berharap ada ide yang melayang hinggap di
kepala. Malam itu terasa dingin ditemani rintikan hujan yang syahdu sesekali
teringat memori masa lalu yang sendu. Kembali ku tatap mega dekat pintu yang
langsung balkon lantai atas gelap gulita menyelimuti seperti pikiran ini yang
masih tak kunjung menemui idenya. Sambil ku rasakan secangkir teh hangat dan
kudapan seadanya di samping mejaku, tak terasa sudah tak bersisa. Hingga
hangatnya teh mulai menguap seperti asaku untuk menulis. Ku tengok layer HP,
ternyata malam ini ada KBMN tidak sadar jika hari ini ada jadwal. Tema yang
cukup menarik Menulis itu mudah, “Wah senasib dengan apa yang aku alami
sekarang”, gumamku.
KBMN malam ini
di moderatori oleh Lely Suryani S.Pd.SD beliau membuka kelas dengan motivasi
sebagi penulis harus memegang teguh komitmen dan konsisten untuk terus menulis agar
tercapai perubahan yang positif pada dirinya. Mengingatkan saya selalu pada
mantra Om Jay, Menulislah setiap hari maka buktikan apa yang terjadi.
Memberikan kebermanfaatan kepada orang lain, pasti akan memberikan dampak yang
baik untuk diri kita sendirri.
Narasumber
kita adalah Prof Dr. Ngainun Naim beliau merupakan dosen di salah satu Perguruan
Tinggi Negeri. Beliau menyampaikan tidak menjelaskan secara teoritis menulis
itu mudah atau sulit melainkan mengajak peseta KBMN untuk menulis. Bisa karena terbiasa,
senada yang diungkapkan Prof Ainun, semua ilmu baru yang dipelajari pasti akan
terasa sulit. Seperti saat kita kecil
belajar naik sepeda, langsung praktek walupun hanya di beritahu sedikit.oleh
orang tuanya. Alhasil, karena sering berlatih dan berlatih tak terasa bisa
menaiki sepeda walupun masih kaku lambat laun naik sepeda dengan satu tangan
pun tak terasa.
Beliau
mengawali dengan menyampaikan tulisan sederhana sebagai berikut :
a.
Tulisan pertama berjudul “Suatu Sore di Bulan
Ramdhan”, beliau bercerita tentang aktivitas ngabuburit menjelang berbuka
puasa suasana di alun-alun trenggalek yang sarat akan makna dengan diksi yang
menarik. Penasaran bagaimana pengin melihat tulisan beliau seperti apa? Yuk
simak selengkapnya pada link berikut : https://ngainun-naim.blogspot.com/2016/06/suatu-sore-di-bulan-ramadhan.html.
b.
Tulisan kedua berjudul “Dari WA ke Dunia Nyata”,
pada tulisan tersebut mengisahkan tentang awal mula persahabatan prof Ngainun melalui
kiriman WA yang belum begitu dikenal. Beliau diminta untuk memberikan komentar dari
buku yang diterbitkan Mas Mommy yang dpertemukan pada forum webinar yang
diadakan oleh Irwan Abdullah Scholar (IAS). Berikut cerita lengkapnya : https://www.spirit-literasi.id/2022/12/dari-wa-ke-dunia-nyata.html.
Berikut adalah
beberapa hal yang harus diketahui sebagai kunci menulis itu mudah menurut Prof
Ngainun antara lain :
1. Menulislah
dari hal-hal sederhana dari yang kita alami
Pengalaman hidup
sehari-hari itu sebagai sumber tulisan yang subur. Kita akan mudah
menuliskannya karena kita menceritakan apa yang kita alami. Jangan pernah takut
salah atau jelek, tetapi miliki prinsip, takutlah jika tidak menulis. Maka
menulislah dari hal-hal kecil yang engkau mampu.
2. Jangan
menulis sambal dibaca kemudian diedit
Hal ini sebagai
hambatan psikologis dalam menuangkan pikiran dan ide, maka tuliskan saja secara
bebas tanpa harus dibaca terlebih dahulu. Setelah selesai menulis, tinggalkan
dahulu dapat simpan di computer, jangan langsung dibaca. Istirahatkan sebentar
untuk mencari suasana psikologis yang berbeda. Kemudian cermati kalimat demi
kalimat, dapat di edit dengan menambhakan ide lain atau memperbaiki jika ada
typo. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan hal yang tidak sesuai dengan
keinginan kita, karena tulisan kita adalah jejak kita.
3. Menulis
mengenai perjalanan / rekreasi
Perjalanan ke
suatu kota tertentu, rekreasi Bersama keluarga atau teman kantor dapat
dijadikan bahan yang mudah untuk ditulis karena kita sendiriyang mengalami dan
merasakannya.
4. Menulislah
secara ngemil
Prof ngainun
menyampaikan bahwa menulis dapat dilakukan sedikit demi sedikit tidak harus
langsung selesai setiap sekali menulis. Prof. Ngainun menceritakan pengalamannya
untuk istiqomah menulis setiap hari di sela-sela kesibukannya. Beliau berkomitmen
dalam menulis untuk blog atau Kompasiana menargetkan 3-5 paragraf. Sedangkan untuk artikel jurnal beliau
menargetkan 1 paragraf. Sampai di kantor beliau juga mengungkapkan melanjutkan menulis
di blog.
Beliau juga berbagi tips mengenai syarat dan ketentuan
tulisan dapat dimuat di jurnal antara lain :
a.
https://www.spirit-literasi.id/2022/09/penyebab-penolakan-artikel-jurnal.html
b.
https://www.spirit-literasi.id/2022/09/dari-lima-belas-menit-hingga-lima-belas.html
c.
https://www.spririt-literasi.id/2020/09/kunjungi-jurnal-tujuan,html.
Beliau juga menyampaikan bebrapa sumber referensi online
anatara lain :
a.
https://scholar.google.co.id/
Tak terasa KBMN telah usai saat hujan
pun berhenti menumpahkan deraian luapan emosi semangat menulis itu mudah.
Bersamaan dengan tidak tertahankan lagi bendungan keinginan untuk terus menulis
agar tulisan – tulisan kita nanti dapat berarti bagi negeri ini. Pesan beliau
untuk terus menulis apapun yang disukai, dialami dan hal-hal yang berarti
sesaui kemampuan. Musuh terbesar menulis adalaH diri kita sendiri, maka teruslah
menulis . Karena kualitas tulisan kita meningkat dengan terus berlatih.
Ku coba memkasa diri ini menulis walau
terseok-seok dengan Bahasa dan diksi yang belepotan tetapi satu hal yang saya yakini
adalah usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semoga sukses … Salam Literasi.
Pahitnya Buah mengkudu
Tentu buah
jeruk lebih manis
Ayuk melawan dirimu

Luar biasa bunda👍👍😁
BalasHapusMantap, simple dan berisi
BalasHapusBaguuus, iih.
BalasHapustrmksh, mhon masukanya
BalasHapus