Sabtu, 04 Februari 2023

Rahasia Sukses Menulis Fiksi

 



 

 

 

 

 

 

 

 


Pertemuan            : Ke -10

Tema                     : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber           : Sudomo, S.Pt

Moderator              : Bambang Purwanto, S.Kom.Gr 

 

“Sehebat Apapun bakat dan Talenta Seorang Penulis, tetap tidak akan dapat mengalahkan ketekunan, disiplin dan konsistensi” A Wan Bong

 

Seperti biasa malam di akhir minggu yang tak ada bedanya, ditemani suara bising dari berbagai iklan televisi dan acara yang tak menarik perhatian di biarkan tak ada penontonnya. Anak ku di depan TV tapi jarinya sibuk memainkan layar HP dengan matanya menatap tajam tak berkedip seolah tak mau di usik. Kubiarkan dia bermain, malem minggu saya bebaskan, setelah selesai setoran hafalan 5 surah yang lumayan panjang.  Ayah tengah sibuk otak-atik barang yang rusak untuk diperbaiki, dengan keahliannya menyulap suatu barang menjadi lebih berguna dan bagus. Kini beliau tengah asyik memperbaiki helmku, yang jika di pakai kaca depan selalu turun menghalangi pandanganku ke depan. Sesekali jika naik motor, ku dorong helmku ke atas, seperti layaknya pembalap profesional. Begitulah beliau, diam-diam tetapi perhatian.

Sedangkan diriku masih terpaku di depan laptop, seakan kepala berat untuk menangkap ide menjadi kalimat yang menarik. Kedipan kursor yang terus memanggilku, tak mampu menggerakkan jemariku yang masih enggan menari di atas keyboard. Terdengar, langkah kaki yang berderup semakin keras mendekatiku. “Bun, baru apa?“ tanya anak ku yang seolah tak tahu jika bundanya bingung nulis. Entah apa yang membuatnya sejenak menanyaiku, “Ini lho dek, bunda baru belajar nulis”, kataku sambil berfikir tak begitu mengindahkannya. “Masak, bunda udah besar gak bisa nulis”, ucapnya penuh penasaran. “Bisa dong dek, maksudnya nulis merangkai kata yang menarik dek sesuai tema” kataku dengan sikat agar tidak bertanya lagi. “Oh,…gitu ya bun, bunda harus banyak belajar dulu kalau mau bisa”, ucapnya dengan penuh semangat. “iya, ya dek makasih ya sayang”, kataku dengan rasa bahagia. Kutarik badannya ku cium keningnya. Lantas dia pun kembali menggoyang jemarinya yang mungil menjelajahi game favoritnya.

“Betul juga kata anakku, aku harus mencari ilmunya dulu sebelum nulis, minimal dengan membaca aku akan dapat ide”, gumamku dengan semangat menderu. Kudapati Hp, ternyata malam ini KBMN pertemuan ke 10 dengan tema  Kiat Menulis Cerita Fiksi. Ku simak baik-baik setiap kata yang disampaikan oleh narasumber Mas Mo dengan pembawaan santai tetapi mendalam. Kelas dimulai dengan pengenalan profil beliau melalui kompasiana dengan judul yang menarik “Jangan Mengenalku nanti Kecewa”. Beliau menceritakan latar belakang keluarga dan sederet prestasi dalam dunia tulis menulis yang disajikan dengan bahasa yang unik dan menarik, berikut profil lengkap beliau : https://s.id/ProfilSudomoSPt

Strategi pembelajaran yang Mas Mo sampaikan dengan menggunakan alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata.

1.       Mulai dari Diri. Pada alur ini, Mas mo mengajak untuk berbagi pengalaman  dalam menulis cerita fiksi. Peserta diminta untuk mengirimkan cerita singkat mengenai pengalamannya. Cerita dapat berupa pengalaman mengalami kendala saat memulai menulis cerita fiksi, tantangan yang dihadapi, pengalaman menerbitkan buku fiksi dan lain sebagainya. Strategi pertama Mas Mo telah berhasil memikat para peserta untuk bercerita dengan deretan pesan WA yang masuk untuk bercerita.

2.       Eksplorasi Konsep. Pada alur ini peserta  diminta untuk mempelajari secara mandiri materi yang telah disiapkan dalam bentuk cerita pendek. Peserta membaca dan membuat catatan/pertanyaan terkait materi yang ingin digali lebih dalam lagi. Berikut di tautannya https://s.id/MateriSudomo

Informasi penting yang dapat kita petik dari cerpen tersebut adalah motivasi menulis cerita fiksi, fiksi, bentuk-bentuk cerita fiksi, syarat menulis cerita fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, serta tips menulia cerita fiksi. Semua terkemas dalam sebuah cerita fiksi yang menarik dengan penggunaan diksi serta kalimat yang seolah pembaca merasakannya.

   Terdapat beberapa istilah dalam cerita fiksi, antara lain :

a.       Fiksimini, yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata. Sebagai contoh fiksimini yang terkenal For sale: baby shoes, never worn. Secuil kalimat itu memiliki maknanya luas dan dalam jika ditelisik lebih jauh

b.       Flash fiction, yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist.

c.       Premis merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi. Sebagai contoh seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia. Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dengan satu kalimat saja.

3.       Ruang Kolaborasi. Pada alur ini Mazmo mengajarkan cara menulis fiksi dengan memberikan beberapa kalimat, untuk lanjutkan sendiri menjadi satu paragraf  di dalam resume. Berikut kalimatnya:

“Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat….”

Jantungku berdetak kian cepat, jemari tanganku seperti es saling mengikat kuat. Tak terasa bunyi kletuk-kletuk pada kedua gigiku yang tak lagi bisa diam menahan dinginnya malam. “Ngaik…, Hah suara apa itu seperti pintu yang terbuka, gumamku sambil kututup badanku dengan selimut tebal. “ Bagaimana kalau motorku hilang, ada anggota keluargaku melayang. Pikiranku kalut terbang membawa kecemasan. Aku tak bisa tinggal diam, dengan ketakutan yang tepatri, kubulatkan tekad keluar kamar melihat apa yang terjadi. Kutapaki Langkah demi langkah, ku ambil sapu di sudut ruang. Ku turuni tangga, perlahan tapi pasti, dengan tubuh seolah ingin kembali tapi hati ini semakin meronta untuk melihat kondisi. Kulihat tiap sudut rumah, ku  pandangi barang-barang, ku dekati pintu utama masih terkunci. “Byur…., siapa di dalam…Ku teriakakan suaraku penuh penasaran. Aku bun, baru BAB ternyata suara Ayah sedang di toilet. Aduh,lega…akhirnya aku kembali ke kamar dan meneruskan mimpi indahku yang tertunda.

4.       Demonstrasi Kontekstual. Pada alur ini peserta diminta untuk menuliskan 5 tema yang paling disukai dan dikuasai. Em…kucoba tulis yang bisa ku rasakan, percintaan, perjuangan hidup, teman hidup, pengorbanan dan pertemanan.

5.       Elaborasi Pemahaman. Pada alur ini dilakukan sesi tanya jawab untuk memperdalam materi. 

Diantaranya :

a.       Cara mengasah daya imajinasi penulis fiksi yaitu dengan terus konsisten menulis yang akan membuat seorang penulis terbiasa nyaman menulis dalam kondisi apa pun.

b.       Tips menulis cerita fiksi, antara lain menumbuhkan niat, menentukan ide dan genre yang disukai dan kuasai, membaca karya fiksi orang lain, membuat kerangka, dan mulailah menulis kemudian menyelesaikannya.

c.       Berikut cara membuat outline agar tulisan tetap berada pada jalurnya

- Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

- Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita

- Membuat premis sesuai tema

- Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya

- Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik

- Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail

- Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

d.       Cara membangun alur/plot cerita fiksi

·         Menentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;

·         Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik memuncak/klimaks, penyelesaian/ending.

Contoh alur plot sederhana :

 

 

 


 

 

 

 

 

e.       Cara membuat cerita fiksi yang berangkat dari kisah nyata

Ø  Sebagai kuncinya menambahkan bumbu berupa konflik, hambatan/tantangan yang dihadapi tokoh, ending yang menyentuh, dll;

Ø  Memberikan penjelasan selangkah demi selangkah terkait detail karakter, sifat, watak dengan metode show don't tell. Kemudian menggambarkan tokoh melalui gaya bahasa, lingkungan tokoh, perilaku

Ø  Kunci menjaga netralitas penulis POV 1 adalah jangan baper. Tempatkan diri sebagai penulis, bukan tokoh.

f.        Cara membuat dialog yang menarik

Kuncinya adalah membuat dialog yang 'hidup'. Ciri-ciri dialog yang hidup yaitu tidak kaku, sesuai setting tempat cerita, dan terdapat aktivitas tokoh menyertai dialog.

6.       Koneksi Antarmateri. Pada alur belajar ini, Peserta diminta untuk menuliskan kesimpulan dari materi belajar malam ini.

Kesimpulan saya adalah untuk bisa menulis dengan genre apapun adalah konsisten menulis dan banyak membaca.

7.       Aksi Nyata. Alur belajar ini, yaitu terkait dengan penerapan materi malam ini dalam bentuk tulisan, yaitu resume hasil belajar.

 

Kelas menulis sudah berakhir, beliau memberikan link youtube untuk mengenal lebih jauh perihal dunia tulis menulis cerita fiksi https://youtu.be/dXX9RWxT_u8 seirama mata yang tinggal beberapa watt saja. Tak terasa mata terpejam sambil duduk di depan laptop, “jeduk, kepalaku terbentur keras di meja, kuusap -usap kepala yang masih teras nyeri. Ku lirik jam sudah pukul 24,00 “Ah…besuk saja aku lanjutkan tulisan ku ini”, gumamku yang sudah tidak kuat menahan kantuk. Kututup laptop, cepat-cepat kuselimuti badanku yang sudah menggeliat sejak tadi meminta haknya untuk berbaring. Semoga sukses…Salam literasi..

 

 

Pergi sekolah tak lupa membawa roti

Hari ini kelas telah di nanti sejak pagi

Ayo kawanku teruslah menulis fiksi

Sebagai healing pribadi penyejuk hati

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasti Buku Terbit hanya di Indie

  Judul                 : Pasti Buku Terbit hanya di Indie Resume            : ke-23 Gelombang      : 28 Hari/ Tanggal    : Rabu, 1 ...