Jumat, 10 Februari 2023

Proofreading Tulisan Sebelum Publikasi

 



Judul                     : Proofreading Tulisan Sebelum Publikasi

Resum ke-           : 12

Hari, Tanggal      : Jumat, 03 Februari 2023

Tema                    : Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber       : Susanto, S.Pd.

Moderator          : Helwiyah, S.Pd., M.M.

 

“Orang boleh pandai setinggi langit Tapi Selama Ia tidak Menulis Ia akan hilang di dalam Masyarakat dan dari Sejarah, Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

Pramedya Ananta Toer

 

                Pagi yang cerah, dihiasi dengan birunya langit yang indah terbentang kapas putih bergumul melayang menambah semangat pagi yang semakin membuncah. Kulewati hari-hari seperti biasa mengajar anak didikku sebagai generasi penerus bangsa dengan berbagai karakter yang ada. Tet…tet…tet…waktu menunjukkan pukul 7.00 WIB, para muridku berlari menuju depan kelas untuk berbaris sebelum memasuki kelas. 

                Hari ini adalah jadwal ulangan harian matematika, yang sudah saya janjikan sebelumnya agar anak-anak belajar terlebih dahulu di rumah. Entah celotehan apa lagi yang di buat anak-anak ku untuk menyelimur diriku agar lupa bahwa hari ini adalah jadwal ulangan matematika. Saya sampai hafal dengan segala trik yang mereka lakukan untuk menghindari ulangan  hari ini.

Lain halnya dengan muridku yang satu ini, Doni dia adalah anak pintar yang hanya tinggal bersama ibu sebagai buruh cuci dan adiknya yang masih TK. Doni adalah anak yang sangat rajin, kritis, cerdas dan santun. Doni paling menyukai pelajaran matematika yang sangat berbeda dengan teman-temannya, setiap kali ulangan selalu mendapatkan nilai 100.

“Ibu…Bu guru cantik deh, kemarin saya lihat ibu di pasar baru belanja sayur kan, tapi saya panggil ibu  gak denger”  celoteh salah satu siswaku Andin namanya yang terkenal paling usil dan berani mendekatiku. “Ah, masak…yang bener..sahutku tertawa geli melihat anak didik ku mulai melancarkan aksinya. “Bu, ada PR IPA lho bu, kita cocokin dulu bu… Rio tidak mengerjakan bu”, pungkas Candra yang tidak mau kalah menggoyahkan niatku. 

“Siap Candra, nanti kita cocokin PR nya bersama ya, tetapi sebelumnya Ibu akan sedikit menjelaskan kembali untuk mengingat point penting yang harus anak-anak fahami agar kalian mendapatkan hasil nilai UH Mat yang maksimal” jawabku sambil memegang spidol di atas mejaku. Di dalam hati ku tertawa kecil, melihat celotehan dan tingkah polah anak didik ku yang lucu bagiku membujuk rayu untuk tidak ulangan.

                Setelah selesai ulangan harian sengaja aku lanjutkan untuk dikoreksi bersama, dengan tujuan agar anak didikku tahu langkah pengerjaan yang benar dengan berbagai tipe soal. “Bu guru saya mau bertanya, soal no 5 mencari volume bak yang tumpah kenapa dikurangi bu, padahal di modul yng ibu bagikan dijumlahkan bu” tanya Doni dengan suara lantang seakan tergurat kecewa di wajahnya. “Ah, apa iya Doni… coba Ibu lihat modulnya”

              Mataku kemudian terjurus pada salah satu rumus yang aku tulis pada modul untuk pendamping belajar anak-anak. “Oh iya, Doni… Anak-anak ibu mohon maaf di modul pada halaman 9 rumusnya dikurangi anak-anak untuk mencari volume air yang hilang pada bak yang bocor” perintahku dengan gegap gempita anak-anak mengikuti perintahku. “Trus gimana bu, berarti saya salah dong”, tanya Doni dengan raut sedih. “Karena ini kesalahan ibu saat menulis, jadi ibu benarkan dulu tetapi jika ada soal seperti ini jangan sampai salah lagi ya sayang, sahutku dengan nada lembut untuk membesarkan hatinya. “Ye…asyik terimaksih bu, jawab Doni kegirangan.

                Tet….tet….suara bel berbunyi memotong pembicaraan kami,”anak-anak silahkan istirahat” perintahku kepada anak-anak sambil berjalan membawa modul ke kantor. Ternyata aku salah ketik, berbahaya juga jika anak-anak sampai salah konsep dan persepsi akibat typo dalam penulisan gumamku dalam hati. “Wah, gimana caranya ya agar tahu dengan cepat kesalahan penulisan sebelum di sampaikan kepada pembaca”, imbuhku dalam hati sembari melihat layar Hp. “Wow ternyata nanti malam ada KBMN dengan tema Profeeding Sebelum menerbitkan tulisan, mantap.. tema yang ku nanti, gumamku kegirangan menanti kelas malam nanti 

                Narasumber pada malam ini adalah Bapak Susanto yang telah lulus KBMN gelombang 15 dan telah menghasilkan buku berjudul “Berani Menulis dalam 20 hari”. Beliau membuka kelas dengan menyampaikan ilmu mengenai “kalimatmu Kepanjangan “ dalam suatu blog kompasiana, berikut link ny : https://blogsusanto.com/kalimatmu-kepanjangan/

" Tempat Favorit saya untuk dikunjungi selama akhir pekan adalah rumah kakek nenek saya didekat danau, dimana kami suka memancing dan berenang, dan kami sering naik perahu ke danau"

Pada kalimat di atas tidak salah hingga titik terakhir, tetapi hanya terlalu panjang. Apakah sudah enak untuk dibaca? Kalimat tersebut dapat diubah menjadi beberapa kalimat sebagai berikut :

" Tempat Favorit saya untuk dikunjungi selama akhir pekan adalah rumah kakek nenek saya. Itu dekat danau, tempat kami suka memancing dan berenang. Kami juga sering naik perahu ke danau"

Pada penggalan paragraf terakhir, sudah terurai beberapa kalimat menjadi lebih mudah dan enak untuk dibaca maupun difahami. Sehingga pembaca akan lebih mudah menyerap informasi dengan jelas pada tulisan kita.

Selanjutnya apakah ada yang tau apa itu Proofreading?



Proofreading adalah merupakan kegiatan dengan membaca kembali tulisan yang telah selesai dibuat, untuk memeriksaapakah ada kesalahan ejaan atau typo yang kemungkinan dapat mempengaruhi kesalahan makna sebelum di publikasikan.

 

 

 

 

 

Bagaimanakah Langkah-Langkah melakukan Proofreading?

1.       Setelah menulis diendapkan dulu kurang lebih 1 jam untuk melakukan swasunting/selfediting

2.       Membaca kembali tulisan kita sebelum diterbitkan atau dapat meminta bantuan teman, saudara atau seorang proofreading untuk mengecek kembali kesalahan penulisan maupun ejaan atau tata Bahasa.

3.       Menggunakan aplikasi berupa editing tools, jika Ms. Word dapat menggunakan Google Doc untuk menghindari typo, berikut linknya https://www.techtoolsforwriters.com/hemingway-app-a-proofreading-tool-for-writers/


 

 

 Kapan Waktu yang Paling Tepat Melakukan Proofreading?

Proses menulis melalui 3 tahap antara lain Drafting, Proofreading dan Redrafting. Proofreading dilakukan setelah tulisan selesai bukan setengah jalan, karena untuk menghindari kemungkinan besar tulisan tidak jadi secara utuh. Tujuan dilakukan proofreading ini adalah untuk memeriksa konten, tata bahaa, kosa kata, penulisan dan kaidah bahasa Indonesia dari tulisan kita.  


 

Narasumber menyampaikan bahwa alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, adalah KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD. Ketetapan tersebut merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Berikut sebagai contoh perubahannya :

Perubahan kaidah, yaitu pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan.

Pada ejaan sebelumnya, aturan penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat dan ketentuannya.

Sementara pada EYD edisi V, aturan penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan.

Sebagai contoh: Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun.

Tetapi untuk aturan penggunaan tanda baca, sepertinya tidak ada perubahan.

Berikut disajikan laman yang berfungsi untuk melakukan proofreading terhadap tulisan kita https://ejaan.kemdikbud.go.id/ dan dapat berdampingan dengan KBBI.

Berikut adalah tips melakukan Proofreading


 

 

             Narasumber menyampaikan bahwa Proofreading adalah proses peninjauan kembali suatu teks dengan melihat dari aspek kebahasaan dan penulisannya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan pengetikan (typo), kesalahan ejaan, kesalahan grammar, atau kesalahan-kesalahan mendasar lainnya (sumber: uptbahasa.untan.ac.id).

Sedangkan Editing, dimana pelaku editing disebut sebagai editor, bertugas untuk memeriksa lebih dalam dari itu. Untuk penerbit Mayor, Editor bertugas menyesuaikan tulisan dengan misi perusahaan penerbitan, standar tulisan perusahaan penerbitan tersebut. Sedangkan Proofreader adalah melakukan uji baca pada tulisan. Kembali mengutip laman uptbahasa.untan.ac.id : “…dibeberapa jurnal, mereka mewajibkan para penulis untuk mem-proofread artikel mereka terlebih dahulu sebelum dikirim ke editor”,

Proofreading sangat penting untuk dilakukan secara keseluruhan tidak hanya typo saja melainkan, struktur dan tata bahasa serta ejaan agar lebih enak dibaca dan kesalahan persepsi bagi pembaca. Semoga sukses …Salam Literasi.

                                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasti Buku Terbit hanya di Indie

  Judul                 : Pasti Buku Terbit hanya di Indie Resume            : ke-23 Gelombang      : 28 Hari/ Tanggal    : Rabu, 1 ...