Judul : Proofreading Tulisan Sebelum
Publikasi
Resum ke- : 12
Hari, Tanggal : Jumat, 03 Februari 2023
Tema :
Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber : Susanto, S.Pd.
Moderator : Helwiyah, S.Pd., M.M.
“Orang boleh pandai setinggi langit Tapi
Selama Ia tidak Menulis Ia akan hilang di dalam Masyarakat dan dari Sejarah,
Menulis adalah bekerja untuk keabadian”
Pramedya
Ananta Toer
Pagi yang cerah, dihiasi dengan birunya langit yang indah terbentang kapas putih bergumul melayang menambah semangat pagi yang semakin membuncah. Kulewati hari-hari seperti biasa mengajar anak didikku sebagai generasi penerus bangsa dengan berbagai karakter yang ada. Tet…tet…tet…waktu menunjukkan pukul 7.00 WIB, para muridku berlari menuju depan kelas untuk berbaris sebelum memasuki kelas.
Hari ini adalah jadwal ulangan harian
matematika, yang sudah saya janjikan sebelumnya agar anak-anak belajar terlebih
dahulu di rumah. Entah celotehan apa lagi yang di buat anak-anak ku untuk
menyelimur diriku agar lupa bahwa hari ini adalah jadwal ulangan matematika.
Saya sampai hafal dengan segala trik yang mereka lakukan untuk menghindari
ulangan hari ini.
Lain halnya dengan muridku yang satu
ini, Doni dia adalah anak pintar yang hanya tinggal bersama ibu sebagai buruh
cuci dan adiknya yang masih TK. Doni adalah anak yang sangat rajin, kritis,
cerdas dan santun. Doni paling menyukai pelajaran matematika yang sangat
berbeda dengan teman-temannya, setiap kali ulangan selalu mendapatkan nilai
100.
“Ibu…Bu guru cantik deh, kemarin saya lihat ibu di pasar baru belanja sayur kan, tapi saya panggil ibu gak denger” celoteh salah satu siswaku Andin namanya yang terkenal paling usil dan berani mendekatiku. “Ah, masak…yang bener..sahutku tertawa geli melihat anak didik ku mulai melancarkan aksinya. “Bu, ada PR IPA lho bu, kita cocokin dulu bu… Rio tidak mengerjakan bu”, pungkas Candra yang tidak mau kalah menggoyahkan niatku.
“Siap Candra, nanti kita cocokin PR nya bersama ya, tetapi sebelumnya Ibu akan
sedikit menjelaskan kembali untuk mengingat point penting yang harus anak-anak
fahami agar kalian mendapatkan hasil nilai UH Mat yang maksimal” jawabku sambil
memegang spidol di atas mejaku. Di dalam hati ku tertawa kecil, melihat
celotehan dan tingkah polah anak didik ku yang lucu bagiku membujuk rayu untuk
tidak ulangan.
Setelah selesai ulangan harian sengaja aku lanjutkan untuk dikoreksi bersama, dengan tujuan agar anak didikku tahu langkah pengerjaan yang benar dengan berbagai tipe soal. “Bu guru saya mau bertanya, soal no 5 mencari volume bak yang tumpah kenapa dikurangi bu, padahal di modul yng ibu bagikan dijumlahkan bu” tanya Doni dengan suara lantang seakan tergurat kecewa di wajahnya. “Ah, apa iya Doni… coba Ibu lihat modulnya”
Mataku
kemudian terjurus pada salah satu rumus yang aku tulis pada modul untuk
pendamping belajar anak-anak. “Oh iya, Doni… Anak-anak ibu mohon maaf di modul
pada halaman 9 rumusnya dikurangi anak-anak untuk mencari volume air yang hilang
pada bak yang bocor” perintahku dengan gegap gempita anak-anak mengikuti
perintahku. “Trus gimana bu, berarti saya salah dong”, tanya Doni dengan raut
sedih. “Karena ini kesalahan ibu saat menulis, jadi ibu benarkan dulu tetapi
jika ada soal seperti ini jangan sampai salah lagi ya sayang, sahutku dengan
nada lembut untuk membesarkan hatinya. “Ye…asyik terimaksih bu, jawab Doni
kegirangan.
Tet….tet….suara
bel berbunyi memotong pembicaraan kami,”anak-anak silahkan istirahat”
perintahku kepada anak-anak sambil berjalan membawa modul ke kantor. Ternyata
aku salah ketik, berbahaya juga jika anak-anak sampai salah konsep dan persepsi
akibat typo dalam penulisan gumamku dalam hati. “Wah, gimana caranya ya agar
tahu dengan cepat kesalahan penulisan sebelum di sampaikan kepada pembaca”,
imbuhku dalam hati sembari melihat layar Hp. “Wow ternyata nanti malam ada KBMN
dengan tema Profeeding Sebelum menerbitkan tulisan, mantap.. tema yang ku
nanti, gumamku kegirangan menanti kelas malam nanti
Narasumber pada malam ini adalah Bapak Susanto yang
telah lulus KBMN gelombang 15 dan telah menghasilkan buku berjudul “Berani
Menulis dalam 20 hari”. Beliau membuka kelas dengan menyampaikan ilmu mengenai
“kalimatmu Kepanjangan “ dalam suatu blog kompasiana, berikut link ny : https://blogsusanto.com/kalimatmu-kepanjangan/
" Tempat
Favorit saya untuk dikunjungi selama akhir pekan adalah rumah kakek nenek saya
didekat danau, dimana kami suka memancing dan berenang, dan kami sering naik
perahu ke danau"
Pada kalimat di atas tidak salah hingga titik
terakhir, tetapi hanya terlalu panjang. Apakah sudah enak untuk dibaca? Kalimat
tersebut dapat diubah menjadi beberapa kalimat sebagai berikut :
" Tempat
Favorit saya untuk dikunjungi selama akhir pekan adalah rumah kakek nenek saya.
Itu dekat danau, tempat kami suka memancing dan berenang. Kami juga sering naik
perahu ke danau"
Pada penggalan paragraf terakhir,
sudah terurai beberapa kalimat menjadi lebih mudah dan enak untuk dibaca maupun
difahami. Sehingga pembaca akan lebih mudah menyerap informasi dengan jelas pada
tulisan kita.
Selanjutnya apakah ada yang tau apa itu Proofreading?
Proofreading adalah merupakan kegiatan dengan membaca kembali tulisan yang telah selesai dibuat, untuk memeriksaapakah ada kesalahan ejaan atau typo yang kemungkinan dapat mempengaruhi kesalahan makna sebelum di publikasikan.
Bagaimanakah Langkah-Langkah melakukan Proofreading?
1. Setelah menulis diendapkan dulu kurang lebih 1 jam untuk melakukan swasunting/selfediting
2. Membaca kembali tulisan kita sebelum diterbitkan atau dapat meminta bantuan teman,
saudara atau seorang proofreading untuk mengecek kembali kesalahan penulisan
maupun ejaan atau tata Bahasa.
3. Menggunakan aplikasi berupa editing tools,
jika Ms. Word dapat menggunakan Google Doc untuk menghindari typo, berikut linknya https://www.techtoolsforwriters.com/hemingway-app-a-proofreading-tool-for-writers/
Proses menulis melalui 3 tahap antara lain Drafting, Proofreading dan
Redrafting. Proofreading dilakukan setelah tulisan selesai bukan
setengah jalan, karena untuk menghindari kemungkinan besar tulisan tidak jadi
secara utuh. Tujuan
dilakukan proofreading ini adalah untuk memeriksa konten, tata bahaa, kosa
kata, penulisan dan kaidah bahasa Indonesia dari tulisan kita.
Narasumber menyampaikan bahwa alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, adalah KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD. Ketetapan tersebut merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Berikut sebagai contoh perubahannya :
Perubahan kaidah, yaitu pengkhususan
penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan.
Pada ejaan sebelumnya, aturan
penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat
dan ketentuannya.
Sementara pada EYD edisi V, aturan
penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang
mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal
kapital sebagai pengkhususan.
Sebagai contoh: Yang Maha Esa, Yang
Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun.
Tetapi untuk aturan penggunaan tanda baca, sepertinya tidak ada
perubahan.
Berikut disajikan laman yang berfungsi untuk melakukan proofreading
terhadap tulisan kita https://ejaan.kemdikbud.go.id/
dan dapat berdampingan dengan KBBI.
Berikut adalah tips melakukan Proofreading
Sedangkan Editing, dimana pelaku
editing disebut sebagai editor, bertugas untuk memeriksa lebih dalam dari itu.
Untuk penerbit Mayor, Editor bertugas menyesuaikan tulisan dengan misi
perusahaan penerbitan, standar tulisan perusahaan penerbitan tersebut.
Sedangkan Proofreader adalah melakukan uji baca pada tulisan. Kembali mengutip
laman uptbahasa.untan.ac.id : “…dibeberapa jurnal, mereka mewajibkan para
penulis untuk mem-proofread artikel mereka terlebih dahulu sebelum dikirim ke
editor”,
Proofreading sangat penting untuk
dilakukan secara keseluruhan tidak hanya typo saja melainkan, struktur dan tata
bahasa serta ejaan agar lebih enak dibaca dan kesalahan persepsi bagi pembaca. Semoga
sukses …Salam Literasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar